Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Mengabadikan Cinta Untuk Palestina


Isu palestina seakan tidak ada habis-habisnya dan mungkin tidak akan pernah berakhir sampai israel mundur dan hengkang dari tanah suci ini sambil mengibarkan bendera berwarna putih tanda kalah. Penjajahan yang dilakukan oleh pemerintah Israel terhadap Palestina tidak akan pernah bebas dari kecaman penduduk bumi dan mereka akan selalu dihantui oleh apa yang telah mereka lakukan.

Khaled Mish'al, salah seorang pemimpin Hamas, diundang oleh pemerintah Malaysia untuk menghadiri dan juga mengisi sebuah seminar kebangsaan pada tanggal 2 Desember 2013 lalu. Dan tidak mau ketinggalan, International Islamic University Malaysia bekejasama dengan Organisasi Palestina di Malaysia juga mengundang beliau untuk memberikan sebuah talk tentang Palestina di kampus biru ini.

Tinggalkanlah Debat, Maka Surga Untukmu..

Eloklah jika kita kembali membaca kisah-kisah para manusia terbaik zaman dahulu. Mereka tau bagaimana menasehati seseorang dengan baik tanpa menyakiti perasaannya. Mereka juga begitu tenang menghadapi kritikan, karena itu dibutuhkan untuk improvisasi diri bagaimanapun cara penyampaiannya. Mereka begitu lembut membalas semua cercaan dan hinaan, yang sangat bertolak belakang dengan realita yang ada, tanpa perdebatan.

Eloklah jika kita kembali membuka lembaran-lembaran buku kita yang sudah lama bertengger di lemari dan mungkin sudah berdebu. Sehingga ilmu yang kita punya beserta pengamalannya juga agak memudar dari yang seharusnya. Mari kita kembali menyimak kisah teladan yang menggelora tentang seorang manusia terbaik sepanjang zaman, yang akhlaknya adalah alqur'an, Nabi Muhammad saw. yang selalu menyelesaikan masalah tanpa masalah.

Biography of Buya Hamka

HAMKA  is acronym of Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA). He was an ulama, political activist, and one of Indonesian famous writer. He was born on February  17, 1908 (1908-02-17) in Molek Village, Maninjau, West Sumatera. His father Syeikh Abdul Karim bin Amrullah was known as Haji Rasul the pioneer of Islah Movement (tajdid) in Minangkabau, after returned from Makkah in 1906.

HAMKA had gotten low education in elementary school Maninjau until second class. When he was ten years old, his father had built Sumatera Thawalib in Padang Panjang. HAMKA was studying about Islam and deepening arabic language. HAMKA was also following islamic studying in mosques that was given by famous moslem scholars as Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto, and Ki Bagus Hadikusumo.


- Copyright © 2013 Shofia Shabrina -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -