Kamu Lebih Berharga Dari Intan, Mutiara, Emas
Dalam
buku "More Than A Hero: Muhammad Ali's Life Lessons Through His
Daughter's Eyes", ada nasihat menarik dari Muhammad Ali untuk putrinya
yang sudah beranjak dewasa. Kisah ini aku dapati dari fanspage FB beliau
beberapa waktu lalu. Nasihat ini dikisahkan oleh anak perempuannya yang
menjadi saksi kejadian.
***
***
Ini terjadi ketika anak-anak perempuannya pulang ke rumah dengan pakaian yang agak menampakkan
auratnya. Seperti biasa, sang ayah menyambut kedatangan putri-putrinya
dengan bersembunyi dibalik pintu, berniat untuk sedikit memberi kejutan
kepada mereka.
Setelah memberi pelukan dan ciuman hangat untuk mereka, Muhammad Ali menatap penampilan gadis-gadisnya. Lalu dia mendudukkan salah seorang anak gadisnya diatas pangkuannya, menatap mereka dengan penuh kasih sayang, lalu berkata,
"Anakku, segala sesuatu nan berharga dan memiliki nilai tinggi yang diciptakan Tuhan dimuka bumi ini selalu tertutup, terlindungi, dan susah untuk didapatkan."
"Dimanakah kau temukan intan? Jauh didalam tanah, tertutup dan terlindungi."
"Dimanakah kau dapatkan mutiara? Jauh didasar laut, tertutup juga terlindungi dalam kerang-kerang yang keras dan kuat."
"Dimanakah kau jumpai emas? Jauh didalam tambang, tertutup oleh berlapis-lapis bebatuan. Dan engkau harus bekerja keras untuk mendapatkannya."
Ali lalu menatap anak-anaknya dengan tatapan serius, lalu berkata "Tubuhmu masih bersih dan suci. Dan kamu jauh lebih berharga dari intan, mutiara, dan emas. Maka tubuhmu harus mendapat cover dan perlindungan yang lebih dari benda-benda itu."
***
Logis aja..
Kalau disuruh memilih makanan, lebih suka makanan yang masih tertutup rapi atau yang sudah terbuka?
Tag :
Copy Paste,
Renungan
A Movie Making for BRAVE
Berkisah, bercerita, lalu menuliskannya adalah sebuah proses yang
menarik untuk mendokumentasikan sesuatu, disamping mengambil foto dan
lainnya. Suatu saat nanti, ia akan menjadi sejarah. Sejarah hidup kita.
Itulah alasan mengapa, aku suka menceritakan pengalaman-pengalaman yang
menurutku menarik untuk dituliskan. Anyway, sekarang aku akan bercerita
tentang pengalamanku membuat "a movie for brave". Stay tuned! :p
***
Arrisalah memiliki banyak tradisi yang memang diambil atau dicontoh dari
pesantren-pesantren di Indonesia yang dulunya menjadi sasaran 'studi
banding' para guru. Salah satu tradisinya adalah 'pentas seni' atau yang
sering disingkat menjadi PENSI. Tak terasa, pertengahan mei kemaren
adalah pensi perpisahan angkatan 5 Arrisalah (BRAVE). Waktu berjalan
begitu cepat~
Di hari itu, aku teringat sesuatu yang juga mungkin menjadi tradisi
kami, angkatan 2. Apa itu? Memberikan secuplik video sebagai bukti
kontribusi kami dalam acara besar adek-adek angkatan. Sudah 2 angkatan
yang kami berikan video yang dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum mereka
wisuda. Tapi, untuk angkatan 5 ini, entah mengapa, tak seorang pun yang
menyinggung tradisi ini. Why? Mungkin karna mayoritas kami sudah berada
di tahun 3 perkuliahan. Sudah sibuk memikirkan skripsi, ada juga yang
KKN, PL, dan lain sebagainya.
Aku merasa, aku orang yang paling tidak sibuk diantara semuanya.
Ntahlah. Maka, aku yang mulai mengingatkan mereka tentang video untuk
angkatan 5. Sayangnya, aku hanya direspon oleh seorang temanku saja. Itu
hal yang sangat membuatku kehilangan semangat dan aku memutuskan
"sepertinya kita memang ngga perlu menyediakan apa-apa untuk mereka,
disamping juga waktu yang sangat terbatas (hanya tersisa 2 hari saja
sampai wisuda)". Pikirku.
Oke. Aku benar-benar tidak mempersiapkan apapun. Sampai akhirnya seorang
adek angkatan 5, yang sudah lama berkomunikasi denganku mengutarakan
perasaannya. Awalnya aku bertanya tentang pensi yang diadakan semalam.
Aku penasaran karna aku mendengar bisikan-bisakan angin kalau pensi
tahun ini benar-benar awesome dan lebih spektakuler dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menjawab
dan membenarkan, lalu berkata "tapi ada satu hal yang membuat kami
sedih. Alumni yang hadir hanya angkatan 4 dan ngga ada video dari
kakak-kakak".
Jleb! Aku tak tau harus berkata apa. Tapi, ya aku harus jujur agar tak
terjadi misunderstanding antara kami. Awalnya dia memahami, tapi karna
ngga tega, akhirnya aku memutuskan dan menjanjikannya video yang akan
aku selesaikan malam ini juga. It was a hard decision, you know! Tapi
tak apalah, bukankah kebahagiaan sesungguhnya itu ketika kita bisa
membuat orang lain bahagia? Okay, I will strive for it. Tapi aku
mewanti-wanti nya agar video ditampilkan ketika wisuda. Karna video
tahun lalu, yang sudah selesai tepat waktu, sudah diterima, dan tinggal
ditampilkan, berakhir nihil. Itu membuatku dan teman-temanku sedikit
keceber (kecewa berat :D).
Well, aku sadar, video ini bakal lebih lama selesai jika aku berharap
pada orang lain. Maksudku, terlalu melibatkan orang lain dalam meminta
ide, foto, ataupun video. Karna waktu yang benar-benar terbatas, aku
hanya membuat video dari video-video yang aku punya dan meminta bantuan
beberapa orang saja, semampunya. Yaph! Seperti yang sudah dipresiksi, aku
mendapat respon yang cukup lambat. Tak apa, aku akan melakukan apa yang
bisa aku kerjakan terlebih dahulu.
Video yang pertama adalah video kreasi dari angkatan 3 yang sudah lama
tersedia tentang ikatan alumni Arrisalah (INARAH). Karna belum pernah
dipublish, jadilah aku menggunakan video tersebut sebagai pembuka. Video yang kedua
adalah video profil organisasi tarbiyah di kampusku (sudah minta izin). Aku memilih itu
karna kata-kata didalamnya menarik dan direkam dengan cara yang menarik
pula. Lalu, video bagian tiga dan empat disediakan untuk para alumni
yang mau ikut berkontribusi. Siapa saja. Dan bagian ini yang menunggunya
sampai pagi, dimana acara wisuda sudah akan dimulai. Sedangkan bagian terakhir, itu adalah sesi foto-foto alumni dengan BRAVE. Mungkin ada yang bertanga-tanya mengapa hanya ada fotoku dengan mereka. Itu semua karna hanya itu yang aku punya, jadi ya terpaksa.
Aarghh.. Aku
merasa dikejar-kejar waktu! Ehh, kebalik ding. Aku yang mengejar-ngejar waktu :D
Dalam setiap proses panjang itu, aku tetap berkomunikasi dengan adek
tadi itu. Bertanya tentang waktu yang disediakan untuk menampilkan video
ini. Dan meminta emailnya agar video dapat segera dikirimkan kesana.
Finally, beberapa menit sebelum waktu yang ditentukan, aku berhasil
meng-import video dan meng-upload nya di gmail (kedua proses ini memakan
waktu yang sangat lama yang membuat aku ingin membanting-banting laptop
>.<). Tapi, karna file size nya besar, video hanya bisa di upload
melalui google drive. Terkirim! Tapi, si adek itu bilang kalau videonya
tak bisa di download. OMG! >.<
I didn't know what to do! Karna disaat itu aku sedang liqo'. Ngga
mungkin kan, kalau aku izin hanya karna itu? Aku berfirasat, sepertinya
kejadian tahun lalu (tidak ditampilkan ketika wisuda) akan berulang
kembali. Hhhh.. It will be annoying. Ok, selesai liqo, aku berlarian
menuju asrama. Tapi, ketika berlari disebuah tangga, gedubrak! Aku
jatuh! Haha.. Ngga penting sih, tapi ini pertama kalinya aku jatuh
disini. Wkwkwkwk..
Sesampainya di kamar, aku mencoba dan terus mencoba untuk import video
dengan size yang sangat-sangat kecil. Aku juga meminta bantuan beberapa
orang untuk ngupload video ini ke youtube. Tapi ya, prediksiku berjalan
lancar. Haha.. Wisuda sudah berakhir, tapi video yang telah disediakan
tak kunjung diterima dengan baik oleh adek itu. Yalah, memang hal yang
dilakukan terburu-buru itu tak akan pernah memberikan hasil yang
sempurna. Endingnya, aku berhasil memperkecil video dengan ukuran
dibawah 10 Mb sehingga bisa dikirim lewat whatsapp. Dan melalui whatsapp
inilah, semuanya bisa menyaksikan karya semalam. Haha~
Udah, itu aja sih. Memang membuat kecewa, merasa perjuangan semalam
sia-sia. Tapi, ya kami harus ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Berusaha untuk
ikhlas dengan beberapa fakta yang terjadi ketika proses pembuatan video.
Apa faktanya? Aku rela menahan lapar tengah malam, aku begadang, aku
tidur sejam diatas kursi sambil menanti video rekaman yang dijanjikan,
aku terjatuh, dan aku baru makan besok sore. Haha.. Alhamdulillah, Allah
masih beri tenaga. Semoga apa yang aku dan teman-teman lakukan ini
menuai keberkahan dari Allah.
Barakallah~
Tag :
Corat-coret,
Pengalaman
Ketika PKS Layangkan Dukungan Pada Prabowo
Perpolitikan Indonesia semakin memanas. Apalagi setelah deklarasi dua pasang capres dan cawapres, Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf. Mungkin kompetisi ini semakin bergejolak karna hanya ada dua pasangan calon yang maju, sehingga lawan dan kawan itu terasa nyata.
Terlepas dari semua itu, aku mengalami sedikit dilema. Seperti yang sudah kita ketahui, PKS yang dari dulu sudah menggadang-gadangkan calon presiden dari kadernya sendiri, ternyata berujung nihil. Malah mengalirkan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta. Ini sedikit banyak membuatku bingung sehingga aku meminta ustadzku yang merupakan salah seorang pembesar PKS di Sumatera Barat untuk sedikit bercerita menjelaskan semua ini.
Akhirnya terjadilah diskusi seru nan hangat di grup kami. Diskusi yang terasa semakin hangat setelah pertanyaanku muncul.
***
"Ustadz, bisa ngga sedikit bercerita tentang kenapa PKS memutuskan untuk berpihak ke Prabowo? Walaupun pada akhirnya kita bisa lihat kubu Islam (kecuali PKB) juga berhulu kesana. Kenapa Partai Islam ngga buat kubu baru aja ustadz?"
"Ceritanya agak panjang..
Kitalah yang pertama mnggagas pertemuaan partai-partai Islam. Itu yg kita lakukan pertama kali. Tapi sayangnya, ketua-ketua partai Islam yang lain ngga ada yang datang. Hanya Amin Rais yang datang dengan memaksakan Hatta Rajasa. Yang lain hanya diwakilkan, tapi PKS datang lengkap. Sedangkan PKB, sejak awal sudah menyatakan dukungan ke PDIP.
Kita juga sadar, seandainya 3 partai Islam: PKS, PPP, dan PAN
mau bergabung, bisa cukup untuk mengusung capres. Tapi siapa calonnya?
Semua tokoh dari ketiga partai ini jauh dibawah ARB. Apalagi untuk melawan Prabowo dan Jokowi. Klupun akhirnya dipaksakan 3 partai ini koalisi, siapa yang mau bayar
biaya perjuangan memenangkan pilpres? Secara finansial, partai-partai Islam belum cukup memadai.
Diwaktu yang sama, Prabowo malah membuka komunikasi ke kita, PKS. Bahkan dia siap untuk menghadap ketua Majlis Syuro PKS. Malah mereka (pihak Prabowo) mau dengan syarat-syarat yang kita ajukan. Termasuk ketika kita mensyaratkan agar cawapres dibicarakan bersama.
Partai Islam belum ada yang kuat untuk berdiri sendiri. Kita tahu diri dengan hasil pemilu kemaren. Kita baru diterima oleh 6,79%
rakyat Indonesia. Maka kita harus realistis. Dan partai Islam masih
butuh partai nasionalis untuk menjadi lebih kuat. Kalau Islam membuat poros sendiri, atau PKS memilih oposisi, maka itu yang ditunggu oleh PDIP. Jokowi akan menang mudah.
Tentang cawapres..
Setelah deklarasi PKS dengan Gerindra hari sabtu, hari ahadnya semua pimpinan partai pendukung rapat untuk membahas cawapres. Kita memang mengajukan 3 calon kita. Tapi kita tak memaksakan. Kita ingin cawapres yang didukung bersama dan membawa kemenangan. Kita memang punya kekuatan kader, tapi tidak punya kekuatan finansial."
***
"Ustadz, belajar dari pengalaman, apa PKS ngga takut koalisinya bakal dikhianati seperti sebelumnya?"
"Kita tidak bisa menebak masa depan. Kita sudah membuat dan menyempurnakan poin-poin koalisi dan kesepakatan. Karna PKS, Gerindra, dan parta-partai pendukung lainnya memiliki jumlah kursi DPR-RI yang ngga jauh beda, maka koalisi hampir bisa dibilang berimbang."
***
"Bukankah Prabowo memiliki banyak msalah dari dulu ustadz?"
"Jangan tertipu dengan berita-berita tentang masalah Prabowo. Itu semua serangan tim
media lawan. Ini perang. Jangan berfikir linear. Prabowo masalahnya
sudah selesai. Kenapa sekarang diungkit-ungkit lagi? Dulu waktu Prabowo berpasangan dengan Megawati, kenapa isu dan tuduhan itu tidak muncul?
Jangan mudah percaya.."
***
Itulah diskusi kami malam ini. Sedikit banyak sudah memberi pencerahan kepadaku dan teman-teman yang juga terlibat dalam diskusi ini. Intinya, keputusan Syura PKS ini sudah melalui kajian dan penyaringan yang ketat dan juga meyakini bahwa ini adalah keputusan yang paling sedikit mudharatnya. "PKS mendukung Prabowo-Hatta".
Semoga berkah dan mencerahkan. #SelamatkanIndonesia
Reflection on Tahfiz Project
This is my writing about one of projects given in psychology of learning class. This is a reflection of it. I post it here for filling my silent blog. Hehhe.. Have a nice reading! :)
***
This paper will explain about my reflection of 'hafazan project' given by Madam Lihanna Borhan. This project is one of projects given throughout the semester which asks the students to memorize some chapters of the Qur'an. There are five different chapters which should be memorized by the students with given duration of time. Those chapters are Al-’Alaq (1 week), Asy-Syams& Ad-Dhuha (2 weeks), Al-Mulk (2 weeks), Al-Waqi’ah (3 weeks), Al-Baqarah verses 25-37 (2 weeks).
When the due date is coming, the students must be done with their memorization. After they memorized a certain chapter clearly, they should record it to then upload it to padlet, an application requested by Madam to be used to let Madam watchdirectly the record.
Beside that, the students have to make a reflection about their process of memorization. They have to answer some question and explain any learning principle from cognitive and behaviorist point of view that they use to enhance and improve their memorizing process, and the most challenging part they face in the particular .chapter and the solution they use to solve the challenge.
For me personally, this project is really challenging. This is because I have memorized all chapters which are ordered. This project has challenged me to recall my memory. I feel some difficulty because I have forgot some part of the chapter, therefore I feel this task is very challenging.
During my experience to do this project, I face some hardness. The hardest thing is to answer some question in the reflection paper. As I mentioned before, I have memorized all required chapters long time ago. It makes me difficult to remember and recall the way I memorize the verses of Al-quran, what type of learning has been used, and how I reinforce myself to do it.This is because when I was in junior and senior high school, it is compulsory for me to memorize Al-quran as much as I can.
Secondly, when I finish recording what I have memorized, it is difficult for me to upload the record to the padlet. I have to move the record from my phone to my laptop, then upload it. It really takes time. Not only that, when I upload my groupmate’s video, I always fail, and that makes me stressful especially when IIUM wifi becomes problematic.
After I analyze the use of padlet in this hafazan project, I find some advantages and disadvantages of it. Its benefits are that it provides me to do muraja’ah of my memorization of the Qur’an, and the using of padlet makes the students easy to show their performance to the lecturer and it also makes the lecturer easy to watch many videos of the students directly in very short time.
The disadvantages of using padlet are as I mentioned before, it is difficult and really takes time when the wifi is problematic. In addition, it is not an effective way to recall the hafazan because some people might not memorize it well and forget some part of the surah. When they forget, they may read other verses or jump into the next verse without conciousness. It is will be better to recite our memorization in front of someone, so the listener can directly correct our mistakes.
That is all my reflection of the hafazan project. In my conclusion, it is beneficial project for the students especially for me to do muraja’ah of my memorization.
Tag :
Assignment,
Catatan
Sindir-Menyindir
Bulan baru, harus ada semangat baru. Semangat menulis! Semoga yang
tertulis selama ini tidak satupun yang bernilai keburukan. Aamiin..
Hari ini menarik. Menarik untuk mengingat keburukan diri yang secara tidak langsung diingatkan oleh sahabat sendiri.
Seperti yang tertulis di judul, sindir-menyindir. Jujur saja, ini
kebiasaanku yang dianggap buruk oleh orang lain.
Aku suka sekali menyindir terhadap sesuatu yang tidak sejalan dengan
alur pemikiranku. Apalagi terhadap sesuatu yang membuatku kesal. Aku
selalu menyindir orang yang bersangkutan lewat tulisan. Aku tau ini kurang baik, karnanya aku sudah jarang mempraktekkannya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tulisan sindiran yang kubuat karna ia
bersifat general. Aku tidak menulis secara jelas ataupun nyata siapa orang yang aku
sindir. Dan tidak ada yang bisa menebak tujuanku kecuali orang-orang yang
terlibat.
Jadi menurutku, jika yang ditakutkan adalah masalah tersebarnya aib, itu
akan menjadi alasan yang tak masuk akal. Karna tak akan ada orang yang
tau kecuali orang yang memang sudah mengetahui masalah sebelumnya.
Sekedar opini pribadi, menyindir ini cara terbaik kedua setelah
menasehati atau memberi tau secara langsung. Kenapa? Karna kita berusaha
menyadarkan orang secara tak langsung. Jika merasa tersindir berarti
dia masih punya rasa bersalah. Jika tidak merasa, berarti ada yang
salah.
Untuk kita ketahui bersama, kesalahan yang kita sadari sendiri jauh
lebih membawa dampak daripada kesalahan yang diingatkan orang lain. Jadi
sindiran ini hanya sebagai pancingan aja agar kita bisa tersadar dengan
sendirinya. Kalau ngga sadar, berarti emang harus dibicarakan secara
"empat mata". Haha.
Dengan menyindir, orang yang merasa tersindir bisa langsung menghubungi
kita untuk klarifikasi. Jadi dengan itu, tidak ada yang terpublikasi
secara nyata. Kecuali kalau orang yang merasa tersindir tetiba komen di
FB atau dimanapun yang bersifat public. Dan itu kesalahan dia sendiri,
bukan kesalahan penyindir.
Aku memang begini. Aku yang menumbuhkan sendiri sifat ini, baik didapat
karna sering menjadi korban sindiran, maupun yang belajar secara
personal. Tapi aku juga perlahan mencoba menguranginya karna "mudharat-nya lebih banyak daripada manfaatnya".
Tapi, FYI.. Untuk sindiran karna pemikiran yang tak sejalan, hampir semua orang yang pernah aku sindir adalah
orang-orang yang sudah paham hukum dari 'tema' yang dijadikan sindiran.
Misalnya ni ya, ada orang yang nulis status bahwa dia punya pacar.
Sebagai tamatan pesantren, seharusnya dia tau apa hukum pacaran. Nah,
disanalah aku melancarkan serangan sindiran, baik di statusku ataupun
langsung komentar di status orang tersebut.
Tapi, untuk
orang yang terlihat tidak mengetahui sebuah hukum, aku rasanya tak
pernah menyindir. Karna sindiran bakal percuma, dia ngga bakal paham.
Nah, dengan orang seperti ini barulah aku memakai metode
'nasehat-menasehati'.
Nah, jika sindiran itu terbit karna kekesalanku, itu lebih karna pengaruh emosi saja. Karna emosiku tak tersalurkan dengan baik, makanya terlahirlah tulisan sindiran. Haha..
Intinya, jangan mancing-mancinglah ya.. :D
Anyway, aku mohon ma'af buat yang selama ini pernah atau sering menjadi
korban sindiran. Yang merasa tersindir, itu tandanya kalian masih orang
baik dan aku harus belajar banyak dari kalian untuk mendapatkan 'rasa'
itu.
Udah itu aja, Barakallaah~
Tag :
Corat-coret,
Opini
Sedikit Wawasan Tentang Pemerintahan
Aku bukanlah orang yang terlibat di pemerintahan kota Padang. Aku hanya
rakyat biasa, sama seperti yang lainnya. Aku mengenal diriku sebagai
seorang komentator, termasuk mengomentari pemerintah. Setiap kesalahan dalam kota,
rasanya ingin menyalahkan pemerintah kota tersebut, termasuk kota Padang.
Tapi, semakin berusia, aku semakin tau bahwa pemerintah tak bisa
disalahkan secara total terhadap sebuah masalah. Karna bagiku, yang perlahan kupahami bahwa ada
banyak hal dan unsur yang mempengaruhi sukses atau tidaknya sebuah
kebijakan. Dan unsur yang tak kalah penting adalah masyarakat itu
sendiri.
Pembicaraan ini menghangat (bagiku) ketika juniorku menulis di blog-nya tentang ini dan merupakan sebuah bentuk penyampaian aspirasi. Walau aku yakin, cara ini
hanya memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk terdengar oleh
pemerintah.
Dalam diskusi kami, aku tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang
salah. Aku hanya ingin meluruskan pemahaman dasar masing-masing kami agar
tak ada singgungan yang signifikan. Ya, aku memaparkan kepadanya tentang
opiniku terhadap apa yang dia tulis. Untuk melihat diskusi lengkap kami, klik disini.
Kurang lebih satu jam kemudian, diskusi kami berakhir. Tapi aku yakin dia sepertinya belum puas dengan
apa yang sudah dijelaskan. Aku akui, banyak poin yang aku setujui dari
pemaparannya. Dan ini menjadi PR pemerintahan baru kota padang.
Aku tak berhenti sampai disana. Aku masih penasaran dengan banyak hal
yang berkaitan dengan pembicaraanku dengan juniorku ini. Alhamdulillah, aku punya beberapa link staff
pemerintah kota Padang yang bisa dijadikan tempat bertanya. Dan salah satu dari mereka meresponku dengan cukup baik.
Begini isi percakapanku dengannya..
***
A: Assalamu'alaikum bang.. Mau nanya bang, kalo masalah infrastruktur atau fasilitas kota, dibawah dinas apa ya bang?
B: Kalau infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum. Kalaul tata Kota di Dinas Tata Ruang Tata Bangunan Permukiman.. Ada apa?
A: Tadi shabrina ada diskusi sama adek kelas, kita diskusi santai aja..
Tentang penyaluran aspirasi rakyat juga sebenarnya. Dia bingung, gimana agar aspirasinya bisa terdengar sama pemerintah..
Nah, jadi dia nulis aja di blog nya dan shabrina baca, trus shabrina komentarin.. :D
Intinya, dia memperhatikan kalau tingkat keamanan kota padang berkurang.
Khususnya keamanan pejalan kaki, sehingga banyak kecelakaan yg
mengorbankan mereka.
Awalnya dia terlihat agak menyalahkan pemerintah. Tp shbrina brusaha
meluruskan klo ini sbenarnya tidak hanya ksalahn pemerintah, tp juga
masyarakat.
Gitu bang..
B: Benar sekali dek.. dalam teori Trilogy Pembangunan, Pemerintah,
Sektor Private/swasta, dan masyarakat sebagai 3 pilar berhasil atau tidaknya
Pembangunan yang Aspiratif tsb..
A: Iyya bang..
Itu awal mula diskusi kami tadinya :D
B: Sebagai contoh, untuk penataan kawasan pariwisata Pantai Padang,
masyarakat selalu menjadi masalah dengan membuka usaha cafe tenda ceper.
Sekarang Buya sudah membuat kerjasama dengan Pihak Swasta utk mendirikan Long
Cafe Cimpago, tapi masyarakat tetap bermaslah dengan dalih mencari nafkah
(lucunya ada suatu statement pedagang yang bilang omsetnya akan turun
sampai 2-3 jt/hr apabila tidak membuka usaha tsb, padahal usahanya luput dari
Penerimaan Retribusi/Pajak Daerah karna ilegal). *pensive*
Untuk penataan trotoar bagi pejalan kaki InsyaAllah sudah ada dalam program Pemko yg akan dilaksanakan Buya nantinya.. :)
A: Iyya bang..
Shabrina juga dulunya gitu, mandang dari satu arah aja. Padahal ada banyak hal yang harus jadi pertimbangan.
Tenda ceper itu kayaknya harus lebih keras lg bang. Kayak di bandung.. Hehe
*ntar shbrina bilangin ke buya :D
Smoga berkah programnya..
B: Dalam hal ini Pemerintah bukan hanya Pemko Padang saja, tapi semua
Muspida (Polri, TNI, dan penegak hukum lainnya) juga harus terlibat.
Artinya Pemko harus buat komitmen / MoU dengan unsur2 tsb, agar tidak terjadi
konflik di lapangan ketika akan dilakukan penataan kawasan2 potential
tsb..
InsyaAllah dengan pendekatan masyarakat yg selama ini telah Buya lakukan dapat
mempercepat terwujudnya hal2 tsb untuk kemajuan Kota Padang..
A: Iyya bang.. Stuju..
Aaamiiin.. Allahumma aamiiin..
Makasih banyak bang, ilmu2 barunya menyenangkan.. :)
B: Sama-sama dek..
***
Nah, wawasan ini langsung dari orang yang berpaham tentang pemerintahan, khususnya di kota Padang. Jadi penjelannya bisa dibilang reliable source lah ya. Dan kurang
lebih opiniku sejalan dengan apa yang disampaikan abang ini. :D
Tapi juga, sesuai dengan yang juniorku bilang, pemerintah sepertinya
harus berinisiatif terlebih dahulu atau membawanya (masalah) ke ruang diskusi terbuka dengan
masyarakat.
Wallahu a'lam..
Tag :
Catatan
"PKS dan IM" -Sebuah Jawaban-
Sebenarnya sudah lama pertanyaan ini terbersit dalam jiwa "apakah ada hubungan antara PKS dan IM". Karna kalau dilihat-lihat, banyak buku-buku pegangan kader PKS merupakan buah karya dari ulama-ulama petinggi IM. Namun, rasa ingin tahu ini perlahan hilang ditelan zaman karna tak kunjung ditanyakan.
Sampai pada suatu hari di dalam sebuah majelis, seorang sahabatku mengajukan sebuah pertanyaan kepada pembicara dalam majelis tersebut. Pertanyaan ini mewakili perasaanku yang dulu, dan seolah membuka kembali luka yang sudah mengering (lebay ngga nyambung). "Apakah PKS itu adalah cabang IM di Indonesia?". Aku kembali dihujam rasa penasaran yang mirip dengan beberapa tahun silam.
Pembicara menjawab pertanyaan sahabatku sesuai dengan apa yang dia tahu dan dia pahami. Tapi, aku merasa tidak puas dengan apa yang disampaikan. Aku tidak hendak memperpanjang perbincangan di dalam majelis tersebut karna waktu saat itu amat terbatas. Aku menggunakan caraku sendiri untuk mendapatkan jawaban yang menenangkan hati.
Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya kepada beberapa orang yang menurutku memiliki jawaban yang bisa memuaskanku. Melalui akun twitterku, aku langsung mention dan bertanya pada om akmal (@malakmalakmal). Melihat tweet-ku, seorang seniorku, ustadzah Qoriatul Hasanah membalasnya dan menulis "lihat di buku SJD (sepanjang jalan dakwah) pak Tifatul, bab 22 halaman 287".
Aku terperangah, mengetahui bahwa buku yang disebutkan sudah lama bertengger tenang di sudut lemari kamar. Ternyata jawaban dari pertanyaanku sudah tersedia dan berada tepat disekitarku. Aku tidak mengetahuinya karna tidak sempat membaca buku tersembut sampai tuntas. Aku sejenak merasa menjadi orang paling OON. *tepok jidad*
Sebelum aku menyerbu buku SJD, aku mendapat balasan dari om akmal. Beliau menulis "Sebenarnya IM menginspirasi banyak orang dan kelompok (tidak hanya PKS -pen). Dan yang namanya gagasan, sah-sah saja untuk diadopsi siapapun". Jawaban om akmal ini mudah sekali aku tangkap dan sedikit banyak sudah membuatku tenang.
Sebenarnya, sebelum mendapatkan jawaban, aku mencoba berpikir dan berasumsi bahwa PKS itu bukan turunan IM. Opiniku melayang-layang bebas dipikiran, tapi tidak terceritakan secara rapi. Aku berusaha membangun jawaban sendiri sebelum menerima jawaban orang lain. Dan ternyata jawaban om akmal berbanding lurus dengan jawabanku begitu juga dengan ulasan yang ada di buku SJD.
Anyway, jazakumullah buat yang sudah terlibat menjawab terkhusus buat om akmal dan kak qori, dan terima kasih banyak karna sudah mengingatkanku kembali.
Buat yang tidak memiliki bukunya, disini aku akan berbagi sedikit cuplikan penting yang ada di bab 22 tentang "PKS dan IM".
***
Ideologi yang mewarnai PK ketika itu adalah buah dari tarbiyah yang selama ini ditanaman, sehingga tidak perlu memakai ideologi dari negara lain. Dari aspek konstitusional dan undang-undang tentang parpol di Indonesia sendiri menegaskan, parpol di dalam negri dilarang berafiliasi dengan pihak-pihak asing.
"Kalaupun ada kesan kesamaan antara PK dan IM," kata Tifatul, "itu tak lebih dari pemikiran-pemikiran pejuang Islam masa dulu, seperti pola pembinaan dan tahapan-tahapannya. Tapi itu bukan berarti PK telah beraliansi. Saya akui secara pemikiran beberapa kader dipengaruhi pemikiran-pemikiran Hasan Al-Banna, Maududi, dan Qutub".
"Hal ini bukan sesuatu yang aneh, karna salah satu konklusi dalam tesis saya ketika studi di Islamabad, Pakistan, adalah bahwa gerakan-gerakan Islam hampir seluruhnya terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran ketiga tokoh tersebut. Kami berdemokrasi dengan koridor konstitusi NKRI" ujar Tifatul menegaskan.
"Adanya isu dana yang mengalir dari luar negri pun", sambungnya, "hanya sekedar isapan jempol belaka. Kalau kecurigaan dana dari IM, tentu itu suatu hal yang mustahil. Karna kondisi mereka sendiri sangat kekurangan dan kesulitan dalam memenuhi pendanaan mereka".
Kecemburuan terhadap soliditas PK ini dibumbui oleh berita karangan wartawan asing yang selalu mengait-ngaitkan PK dengan gerakan Islam di luar negri. "Selama ini kita melakukan sesuatu sesuai dengan koridor hukum, demokrasi, dan konstitusi di Indonesia. Kita mendukung NKRI, membela Bhinneka Tunggal Ika, dan juga mengakui pancasila dan UUD 45" kata Tifatul.
***
Semoga bermanfaat. Barakallaah~
Tag :
Catatan
Gue Anti Pacaran, MasBuLoh?
Kayaknya topik kali ini agak kontroversial ya? It's okay. Aku hanya ingin bercerita. Bercerita beberapa penggal kisah yang aku alami. Tapi, sebelum aku bercerita, perkenankan aku sedikit menjelaskan opiniku
tentang pacaran.
Aku menganggap diriku sebagai seorang yang anti pacaran. Sangat
anti malah. Sampai kapanpun (insyaAllah). Aku menjadi orang paling kontra-produktif diantara banyaknya alumni jika mendengar isu
teman-teman atau anak-anak sekolah lainnya mendekati langkah ini, berpacaran.
Akibat tindakan ini, tak jarang aku diejek, dimaki, bahkan dijauhi oleh orang-orang yang aku tegur.
Diawal-awal, aku memang merasa agak keras dan to the point dalam
mengingatkan, tapi dengan sindiran tajam. Perlahan aku sadar, cara ini jika aku praktekkan dengan mereka yang cukup dekat denganku, akan
merenggangkan ukhuwah yang sudah susah payah dibina bertahun lamanya.
Dan karna itu, aku mulai mengubah caraku dalam menyindir mereka. Tapi
tetap saja, masih ada yang terluka. Maka, akan aku biarkan saja. Haha..
Jujur saja, aku melakukan ini bukan karna aku senang mencari-cari
kesalahan orang lain. Bukan juga karna aku bahagia orang lain terkena
masalah. Mungkin nasyid ini bisa sedikit menjawab..
Bukan ku sok tahu kawan, sok nasehati
Tapi ku yakin ini yang benar untuk kau ikuti
Bukan ku sok pintar kawan, sok menggurui
Tapi ku yakin terbaik untuk kau jalani
Kurasa bersalah saat 'ku tak menegurmu
Kurasa tak enak hati kawan jika tinggalkanmu
Kurasa tak sempurna iman di dalam dadaku
Kuingin kita semua kawan bersama di syurga
Aku melakukan ini juga sebagai pengingat bagi diriku sendiri yang lemah
ini. Jadi ketika aku tergiur melangkah kearah sana, batinku
akan berteriak "hei bin! Ente itu udah nyindir dan marah-marahin banyak orang
yang ngelakuin itu, tapi knapa ente malah mulai nge-deket? Sadar woi".
Apa yang aku lakukan, akan menjadi tameng bagi diriku sendiri. Walau
sebenarnya terkadang aku juga butuh diginiin sama orang lain.
Terus, jika ada yang nge-respon "urus aja diri dan keluarga sendiri!
Jangan urus urusan orang lain deh!". Teriakan ini juga tamparan untuk
diriku sendiri. Tapi aku akan percaya diri dengan berteriak lebih
kencang "aku sudah melakukannya sebelum kamu memikirkannya! Karna
bagiku, keluarga tetap nomor wahid!".
Tapi, sekedar pengetahuan, meluruskan keluarga itu jauh lebih sulit
dibanding mengingatkan teman-teman. Aku sudah pernah mengalaminya. Tidak
terhintung lagi, entah berapa kali aku harus menguras berember-ember
air mata untuk memikirkan dan menyelesaikan masalah ini disaat buya sibuk dan
ummi pun tak bisa diganggu. I was like a single parent!
***
Ok, lanjut..
Jadi, banyak sekali kisah 'penyindiranku' ke orang-orang yang melakukan
praktik ini (haha). Rasanya pengen ngakak kalau ingat kejadian-kejadian
itu. Kalau diceritain semua, mungkin bisa tercipta sebuah novel. Tapi
sayangnya, aku sudah lupa sebagian episode karna tidak terdokumentasi.
Haha..
Inilah beberapa kisah yang terekam diingatanku, semoga bisa diambil hikmahnya.
(1) Kisah ini kalau tidak salah terjadi di tahun pertama kuliah, alias
dimasa-masa menjadi fresh graduate-nya sekolah. Jadi, ada seorang
senior mem-posting status kontroversial, yang mengindikasi bahwa dia pacaran. Langsung aja aku serobot dan
sindir. Dan dengan bahasa minang yang lasuah, si senior balas teriak
"urus se urusan surang! Jan urus lo urang lain!". Kurang lebih kalau
dilembutin jadi begitu.
Aku kaget bukan kepalang. Sekali-kalinya itu diteriakin senior pake bahasa yang bikin jantungan (lebay). Aku sempat screen capture komentarnya, tapi ntah kenapa setelah beberapa lama, hapeku
bermasalah. Ini menyebabkan barang bukti hilang! Dan aku resmi di-black
list senior dari akun FB-nya, alias di block! Haha.. Lucu deh, kayak
anak-anak.
(2) Masih dengan senior. Aku kebetulan sempat 'friend'an sama sepasang
senior di BBM. Ngga tau sengaja atau ngga, aku tau sepasang setelah
salah satu dari mereka memasang profile picture berdua. Dan juga
mereka selalu punya status BBM yang sama, dan PM yang serasi. Ketebak deh!
Dengan pede, langsung aja aku labrak mereka berdua. Aku ngga ingat
direksinya kayak gimana. Tapi kurang lebih sama dengan yang pertama,
sindir-sindiran. Yang cowok sampai nulis PM "biarlah anjing
menggong-gong". Aku malah kege-eran kalau PM itu ditujukan ke aku, jadinya
sok-sok esmosi gitu deh. Sampai akhirnya mereka berdua men-delete aku dari
kontak BBM. Seru kan?!
(3) Ini kisah yang lebih seru lagi. Masih berurusan dengan senior.
Ceritanya hampir mirip sama yang pertama. Si senior buat status tentang
pacaran, malah upload foto sama pacarnya, berdua. Untuk yang ini
sebenarnya aku ngga sesadis yang dulu-dulu. Tapi, seniornya aja yang
sensitifitasnya tinggi. Haha..
Jadi, setelah dia posting, aku kasih komentar "waah, kayaknya udah cocok
nih kak. Kok ngga nikah aja". Awalnya dengan santai dia menjawab
berdasarkan filosofi dan pemahamannya tentang nikah "nikah itu ngga
mudah bin. Bina aja nikah duluan!". Tapi, tetiba seseorang ikut-ikutan komen,
dan orang itu adalah orang yang ada dikisah 2. Jadilah komentarnya
makin ribet. Sampai-sampai si kakak ini mengaku bahwa dia merasa
terkekang selama berada di sekolah dan bahkan dia membeberkan kisah
mesra kakak di kisah kedua. Ngakak deh pergelutan mereka.
Kakak ini malah buat postingan baru. Intinya, dia merasa terusik dengan
kehadiranku. Postingannya ini dikomentari oleh teman sejawatnya dengan
nada membela "sini kita basmi parasit-parasit itu". Ha! Menarik ini,
teriakku. Aku nimbrung sambil bicara ke-science-an tentang parasit. Aku
bilang "parasit itu bermanfaat juga lho kak. Dia bisa meningkatkan
imunitas sebuah pohon, tanpa parasit pohon itu mudah sekali terserang
penyakit". Gitu deh. Tapi lama-kelamaan mereka yang mengeroyok aku,
putus asa membalas komentarku dan dengan segera si kakak (kembali) mem-block aku
dari pertemanan FB. Aneh ya, seharusnya aku yang nge-block dia karna aku dikeroyok, ini malah kebalikannya. Haha..
***
Hanya 3 kisah ini yang bisa aku ceritakan. Sebenarnya, ada banyak lagi kisah-kisah yang semacam tapi dengan alur, latar, dan respon yang
berbeda yang aku alami dengan senior, teman, bahkan adek-adek kelas. Ada yang mengakui kesalahannya, ada yang balik menyerang, ada yang abstain, bahkan ada yang seolah baru tau kalau pacaran itu haram.
Aku hanya heran dengan fakta-fakta ini. Aku bukannya sok alim, tapi aku
bingung. Bukankah kita mendapatkan ilmu di sekolah yang sama? Dari guru
yang sama? Belajar juga dari buku yang sama di kelas yang sama? Hidup bahkan dalam satu atap?
Aku yakin, mereka yang aku sindir sudah memiliki landasan hukum tentang
pacaran. Aku percaya, mereka lebih tau dariku tentang hal ini. Tapi, kenapa bisa begini
ya? Semoga Allah selalu melindungi orang-orang yang mengharapkan perlindungan-Nya.
Wallahu a'lam~
Orang Tua Seperti Apakah Kita?
Setiap orangtua punya cara yang beragam dalam mendidik dan membesarkan
anak-anaknya. Cara-cara itu ada yang didapat dari hasil study,
meneladani role model, atau yang turunan dari orangtua mereka.
Dalam psikologi, ada sebuah teori cukup terkenal yang dikemukakan oleh
Diana Baumrind (1971, 1980) dan diperbaharui oleh Eleanor Maccoby dan
koleganya tentang tipe-tipe orangtua dalam mendidik anak.
Dalam teorinya, Diana memaparkan ada empat tipe pendidikan orangtua terhadap anaknya. Masuk tipe yang manakah anda?
1. Authoritarian
Orangtua yang menerapkan tipe ini adalah orangtua yang dingin, kasar,
dan keras. Kata-kata mereka adalah peraturan yang harus diikuti.
Anak-anak mereka harus patuh dan menuruti perintah tanpa banyak tanya.
Mereka juga minim toleransi terhadap ketidaksetujuan yang bisa jadi
diekspresikan anak-anak.
Jika anak-anak dibesarkan dan dididik dengan tipe ini, maka mereka akan
tumbuh menjadi anak yang kurang bersahabat, tidak enakan dengan teman
sebaya, ketergantungan, bahkan suka bermusuhan.
2. Authoritative
Orangtua jenis ini adalah mereka yang tegas, memiliki kejelasan aturan,
open, dan konsisten. Terkadang mereka cenderung keras seperti
authoritarian, tapi sebenarnya mereka itu cinta dan supportive. Mereka
juga sering mengajak anak-anak berdiskusi tentang bagaimana seharusnya
mereka bertingkah. Mereka juga memaparkan alasan ketika anaknya diberi
hukuman atas pelanggaran. Dan orangtua tipe ini, mendukung anak-anak
mereka untuk menjadi mandiri.
Jika anak-anak dibesarkan dan dididik dengan tipe ini, maka mereka akan
tumbuh menjadi anak yang mandiri, memiliki motivasi yang tinggi,
bersahabat, tegas, dan kooperatif. Mereka disenangi banyak orang dan
hidup dalam keteraturan.
3. Permissive
Tipe ini merupakan tipe dimana orangtua tidak mengambil andil dan peran
besar dalam mendidik anak. Mereka cenderung tidak membatasi bahkan tidak
mengontrol prilaku anak. Peraturan hanya sedikit dan mereka tak
menganggap tingkah anak sebagai tanggung jawab.
Jika anak-anak dibesarkan dan dididik dengan tipe ini, maka mereka akan
tumbuh menjadi anak yang ketergantungan dan moody. Dan mereka juga lemah
dalam keahlian bersosialisasi dan mengontrol diri.
4. Uninvolved
Tipe yang terakhir adalah tipe ketidak terlibatan orangtua dalam proses
mendidik anak. Tipe ini adalah tipe paling buruk dimana orangtua yang
menerapkan ini tidak memiliki perhatian pada anak-anak mereka, bahkan
mereka abaikan. Mereka merasa tanggung jawab mereka sebagai orangtua
hanyalah untuk memberi makan, pakaian, dan tempat tinggal bagi
anak-anak, tidak lebih. Bahkan ditingkat yang lebih parah, orangtua
dengan tipe ini bisa melakukan child abuse.
Jika anak-anak dibesarkan dan dididik dengan tipe ini, maka mereka akan
tumbuh menjadi anak yang kurang perhatian dan cinta. Mereka secara
emosional tidak stabil dan terjadi penghambatan pada pertumbuhan fisik
dan otak (pikiran).
So, tipe yang manakah kita?
Bagi saya, sebaiknya kita mengaplikasikan metode yang ke dua,
authoritative. Tapi ini juga tidak menghalangi kita untuk sekali-sekali
memakai tipe authoritarian atau permissive sesuai situasi dan kondisi.
Dan saya tidak merekomendasikan tipe terakhir untuk dipakai. Namun
sayangnya, masih banyak orangtua yang menggunakan cara itu untuk
mendidik anak.
Wallahu a'lam.
Dipenghujung Harap~
Kejutan Allah itu selalu ada dan pasti ada. Terkadang dia datang diawal, ditengah, bahkan dipenghujung masa penantian, seolah terasa tak akan ada bala bantuan. Tapi
dengan keyakinan yang dalam kepada janji-Nya, kita akan merasa tenang dan
pertolongan-Nya pasti akan datang. Mari kembali belajar dari kisah nabi musa yang dengan keyakinannya yang kuat akan janji Allah, ia sabar menanti hingga detik terakhir.
Dari kisahnya, banyak sekali pertolongan dan mukjizat yang Allah turunkan kepadanya di penghujung harapan, klimaks masalah yang nyata dihadapan (aku akan menceritakan 2 kejutan Allah pada nabi musa yang didokumentasikan kisahnya didalam al-qur'an). Seperti yang aku bilang, seolah janji-Nya tak akan datang.
(Kisah 1) Berbekal keyakinan yang mendalam pada Sang Pengabul Harap, ia berhasil mengalahkan penyihir. Setelah semua penyihir hebat pilihan fir'aun menunjukkan sihir dan kebolehannya, saatnya nabi musa bertindak. Dengan sabar ia menanti wahyu dari Allah, dia terdesak tapi tetap sabar menanti. Sampai akhirnya Allah perintahkan "lemparlah tongkatmu".
Mungkin jika kita berada diposisi nabi musa, kita akan berpikir apakah disaat-saat genting seperti ini, melempar tongkat akan menjadi solusi? Kita akan meragukan perintah Allah jika kita belum meng-imani-Nya sepenuh hati. Namun nabi musa, tanpa ragu-ragu mengikuti perintah-Nya langsung setelah diwahyukan. Maka tongkatnya seketika berubah menjadi ular raksasa dan mengalahkan ular-ular kecil sihiran para penyihir.
(Kisah 2) Berbekal keyakinan yang kuat kepada Sang Pemberi Kejutan, ia berhasil menyeberangi lautan dalam. Ketika ia dan pengikutnya dikejar-kejar pasukan fir'aun yang tak terkalahkan, ia terjebak diujung jurang lautan. Dia tak hendak melompat, karna itu adalah tanda kekalahan. Dengan penuh harap, ia menanti perintah-Nya.
"Pukulkan tongkatmu ke tanah". Firman Tuhannya memerintahkannya untuk melakukan sesuatu yang mengherankan. Disaat-saat mendesak itu, apa gunanya memukulkan tongkat? Ini mungkin yang terpikir oleh kita, tapi tidak bagi nabi musa. Dengan keimanan yang total kepada Allah, ia langsung melakukan apa yang diperintahkan.
Dalam desakan dan kejaran musuh, ia tetap yakin sepenuhnya dengan perintah Allah. Tongkat dipukulkan ke tanah, maka lautan terbelah. Kejutan yang super dahsyat Allah kirimkan kepada hamba-Nya yang mulia. Hingga nabi musa dan pengikutnya selamat dari kejaran fir'aun dan pasukannya dan mereka akhirnya ditenggelamkan ditengah lautan.
Bayangkan saja apa yg terjadi jika nabi musa sedikit saja tidak sabar dengan bantuan-Nya yang pasti datang? Mungkin ia akan dikalahkan dan ditertawakan fir'aun dan penyihir-penyihirnya. Dan bisa saja disaat ia terdesak di jurang lautan, ia memutuskan untuk lompat dan tenggelam. Sejarah dakwahnya bisa saja berakhir disana.
Namun,
nabi musa adalah orang pilihan. Ia totalitas dalam meng-imani Allah. Keyakinannya selalu dan tetap tebal pada pertolongan dan janji-Nya, tak tergoyahkan walau ia berada dalam desakan dan bahkan sudah
diujung masa pengharapan, karna ia tau Allah tak akan pernah ingkar.
So, Jangan pernah lelah dalam mengharap dan menanti. Yakinlah, Dia tak akan pernah ingkar janji! :)
Tabayyun-nya Keluarga Abu Ayyub
Tabayyun, apa sih maknanya?
Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya.
Dalam Al-qur'an Allah mengingatkan kita untuk selalu tabayyun: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat: 6)
Disini saya tidak akan membahas terlalu panjang tentang tabayyun, jika ingin penjelasan lebih lanjut, bisa dibaca disini. Tapi saya akan sedikit bercerita tentang kisah teladan yang patut dicontoh dalam aplikasi tabayyun. Kisah ini sudah sangat populer. Dengan diceritakan kembali, ini bisa menjadi pengingat kita untuk terus mengamalkannya.
Kisah ini bermula ketika fitnah yang menimpa istri dan sahabat Rasulullah yang mulia, 'Aisyah dan Shafwan, mulai tersebar dan merasuki pikiran-pikiran para sahabat. Berita yang menggetarkan hati orang-orang beriman bahkan Rasulullah ini cukup memporak-porandakan perasaan dan ke-tsiqoh-an para sahabat.
Berita hangat itupun tak terlepas dari pendengaran sepasang suami istri yang mulia. Merekalah Abu Ayyub Al-anshari dan istrinya. Suatu hari, berkenaan dengan fitnah ini dan gunjingan terhadap ummul mu'minin yang masih berseliweran, terjadi percakapan menarik antara mereka berdua. Istrinya berkata,
"Tidaklah kamu mendengar apa yang dikatakan orang mengenai Aisyah?"
"Ya, tapi itu bohong," jawab si suami, "Apakah kamu melakukannya juga, hai Ummu Ayyub?"
"Tidak, demi Allah," kata si istri, "Mengapa aku harus meniru orang-orang itu?"
"Wahai Abu Ayyub, jika engkau yang menjadi Shafwan, apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada istri Rasulullah SAW?" lanjut istrinya.
"Tidaklah kamu mendengar apa yang dikatakan orang mengenai Aisyah?"
"Ya, tapi itu bohong," jawab si suami, "Apakah kamu melakukannya juga, hai Ummu Ayyub?"
"Tidak, demi Allah," kata si istri, "Mengapa aku harus meniru orang-orang itu?"
"Wahai Abu Ayyub, jika engkau yang menjadi Shafwan, apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada istri Rasulullah SAW?" lanjut istrinya.
Abu Ayyub menjawab, "Aku tidak akan melakukannya dan tidak akan mengkhianati Rasulullah dan istriku, sedang Shafwan lebih baik dariku. Bagaimana denganmu jika engkau menjadi 'Aisyah, apakah engkau akan berlaku yang tidak-tidak?"
Ummu Ayyub tegas berkata, "Aku juga tidak akan melakukan hal yang buruk, aku tidak akan pernah mengkhianati Rasulullah, dan 'Aisyah lebih mulia dariku".
Begitulah percakapan antara dua insan yang beriman dan mulia, yang diselimuti cinta karnaNya. Mereka lebih mengedepankan tabayyun dan husnuzzhon sehingga keluarga mereka tidak tercemari oleh pikiran dan prasangka buruk terhadap orang lain. Patutlah kisah mereka menjadi teladan sepanjang zaman dengan kemulian yang mereka miliki.
Sampai akhirnya Allah menurunkan wahyu yang menjelaskan tentang kesucian 'Aisyah dan mengklarifikasi kebohongan fitnah tersebar yang dibuat-buat untuk melemahkan dan memporak-porandakan ummat Islam. Oleh karena itu, agar persatuan ummat islam selalu kokoh dan kuat, kedepankanlah tabayyun dan husnuzzhon terhadap saudara-saudara kita. Wallahu a'lam.
Biarkan Aku Tetap Penasaran..
Intinya..I have to keep silent and remain still as long as I can.
Never ask any question which won't be answered.
Save your curiosity in the place that will not be found by others.
Penasaran..
Awal mula munculnya pertanyaan..
Kadang membuncah, terkadang malah lamban..
Bahkan malah tak terlintas dipikiran..
Dan memang tak semua butuh atau harus mendapat jawaban..
Tapi, tetap saja ia menuntut respon yang menenangkan..
Namun..
Jangan sekali-kali buat ia berhenti dadakan atau dipaksakan..
Jika itu dilakukan, bersiaplah memiliki penerus yang terbelakang..
Biarkan ia tetap aktif dan berkembang..
Sampai ia siap menerima kenyataan..
Ibarat jantung, dia ada..
Kadang detakannya kuat, kadang melemah..
Tapi dia tak pernah keluar batasan..
Dia ada dan tetap disana, terasa tapi tak terungkap..
Nyata tapi tak terlihat..
Dan biarkan ia tetap disana sampai jatahnya datang untuk diam..
*ngomong sendiri*
Tag :
Corat-coret
Sakuku Bolong!
Taukan maknanya saku bolong? Bagi yang sudah tau, alhamdulillaah. Yang belum tau, sini aku bagi tau. Jadi, saku bolong itu adalah ketika saku/kantongmu berlubang! Haha, bercanda. Saku bolong itu ketika kamu berada di masa financial crisis, alias bokek!
Pernah merasakan tidak punya uang selama sehari? Atau bahkan beberapa hari? Mungkin kebanyakan kita pernah, termasuk aku. Disini aku hanya sekedar bercerita tentang petualanganku ketika kanker (kantong kering *kebanyakan istilah :p). Sebenarnya di ATM ada uang sekitar RM 20, tapi selalu terlupa untuk menyedotnya dari mesin.
Nah, jadi ceritanya begini..
Tag :
Corat-coret,
Pengalaman
Kutulis Lagi, Dengan Rasa Berbeda..
Innaalillaahi, wainnaa ilaihi raaji'uun. Sesungguhnya kita dan apapun
yang ada bersama kita adalah milik Allah, dan suatu saat Allah akan
mengambilnya kembali, kapanpun itu.
***
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya keputusan final itu datang dan tersebar dengan cepat. Dan selama penantian itu juga aku belajar untuk lebih kuat dan lebih tegar untuk menghadapi kenyataan.
***
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya keputusan final itu datang dan tersebar dengan cepat. Dan selama penantian itu juga aku belajar untuk lebih kuat dan lebih tegar untuk menghadapi kenyataan.
Air Mata Ayah #1
Radhi terdiam ketika ibu guru dikelas meminta murid-muridnya untuk
bercerita tentang kejadian mengharukan yang membuat ayah mereka
meneteskan air mata. Ia termenung memikirkan dan mengingat-ingat kejadian yang pernah membuat ayahnya menangis. Dadanya tiba-tiba terasa sesak, tangisnya seakan
ingin meledak ketika teringat kejadian setahun silam.
***
***
Tag :
Karya,
Mini Novel
Ekspektasi Berlebih~
Disini aku akan bercerita tentang isi hatiku, tentang aku dan keluargaku, dan tentang aku dan ekspektasi yang berlebih..
Aku, seorang yang terlahir dari keluarga yang dipenuhi dengan ruh dan semangat dakwah. Ummi dan buya sejak kuliah bahkan SMA sudah terlibat aktif dalam pergerakan dakwah. Bahkan mereka juga dipertemukan dalam lingkaran dakwah.
Aku, seorang yang terlahir dari keluarga yang dipenuhi dengan ruh dan semangat dakwah. Ummi dan buya sejak kuliah bahkan SMA sudah terlibat aktif dalam pergerakan dakwah. Bahkan mereka juga dipertemukan dalam lingkaran dakwah.
#AntiGolput
Pemiilihan calon legislatif akan diadakan secara resmi pada tanggal 9 April mendatang di Indonesia. Untuk masyarakat Indonesia yang berada diluar negri, pemilu diadakan pada hari yang berbeda-beda hampir disetiap negara. Khusus untuk Malaysia, pemilu akan dilaksanakan 4 gelombang, 3 gelombang untuk para pekerja (menyesuaikan jadwal kerjanya) dan 1 gelombang untuk umum yang akan diselenggarakan besok, 6 April.
Masyarakat Indonesia sangat dialu-alukan untuk tidak melakukan praktik golput bagaimanapun caranya. Kita dimohonkan untuk memanfaatkan hak suara kita dengan sebaik-baiknya. Memang sih itu hak, terserah pada pemilik hak, hak-nya mau diapain. Tapi menurutku, hak memilih ini tak sekedar hak, ia lebih dari itu. Ia merupakan hak yang menuntu kewajiban. Nah lho?
Masyarakat Indonesia sangat dialu-alukan untuk tidak melakukan praktik golput bagaimanapun caranya. Kita dimohonkan untuk memanfaatkan hak suara kita dengan sebaik-baiknya. Memang sih itu hak, terserah pada pemilik hak, hak-nya mau diapain. Tapi menurutku, hak memilih ini tak sekedar hak, ia lebih dari itu. Ia merupakan hak yang menuntu kewajiban. Nah lho?
Behind The Scene, Akhwat FOTAR!
29 Maret 2014, mungkin ini menjadi hari bersejarah bagi akhwat FOTAR.
Kenapa? Karna dihari itu kami berkumpul bersama dalam rangka mabit
akhwat. Tidak seperti mabit pada umumnya, kami lebih terfokus pada
pembicaraan tentang fotar. Mulai dari pengungkapan perasaan kami
masing-masing terhadap fotar serta saran-saran untuk fotar yang lebih
baik. Sharing moment, heart to heart gitu deh pokoknya :D
Nah, jadi acara ini seharusnya dimulai secara resmi sekitar pukul 7.00. Tepat pukul 5.30 aku yang baru selesai ngajar di daerah ampang, langsung ngebut menuju lokasi mabit. Sebenarnya jam 6.30 aku sudah bisa sampai ke lokasi, tapi karna hujan dan 'nyasar-nyasar' yang tak terhindarkan jadinya aku nyampe setelah rombongan pertama baru mendarat.
Nah, jadi acara ini seharusnya dimulai secara resmi sekitar pukul 7.00. Tepat pukul 5.30 aku yang baru selesai ngajar di daerah ampang, langsung ngebut menuju lokasi mabit. Sebenarnya jam 6.30 aku sudah bisa sampai ke lokasi, tapi karna hujan dan 'nyasar-nyasar' yang tak terhindarkan jadinya aku nyampe setelah rombongan pertama baru mendarat.
Tag :
Corat-coret
Menculik Bidadari~
Hari ini.. (27 Maret 2014)
Aku diharuskan mengikuti training HLC yang dimulai dari jam 8.30 sampai jam 1 siang. Karna aku tidak begitu interested dengan agenda ini, (maaf kak puti & kak oya :p) aku lupa untuk melihat jadwal acara tersebut. Aku baru tersadar ketika jarum pendek jam sudah menunjuk angka 8. Jadilah aku telat, tapi tetap saja aku bergerak dengan santai :D
Setelah training ini, aku yang lebih senang menghabiskan waktu dikamar sendirian ketika liburan ini tetiba diajak salsa untuk makan siang bareng dikamar kak radhiyah. Agak berat sih, karna aku terpaksa harus menaiki tangga maut menuju asramanya. Haha..
Tag :
Corat-coret
Yang Paling #Sempurna
Diantara
alasan mengapa banyaknya golputers di kalangan pemilih indonesia adalah
tidak adanya partai yang #sempurna
Apa sih makna #sempurna sebenarnya? Menurut KBBI: utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela)
Sebagai seorang muslim, pasti kita tahu ke #sempurna an yg haqiqi hanyalah milik Allah. Dan malaikat adalah makhluk yang tak pernah salah.
Kita juga tahu bahwa manusia adalah tempatnya khilaf dan lupa. Jauuuuh dari #sempurna. Lalu, kenapa terus menuntut yang sempurna dari sumber alfa?
Apa sih makna #sempurna sebenarnya? Menurut KBBI: utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela)
Sebagai seorang muslim, pasti kita tahu ke #sempurna an yg haqiqi hanyalah milik Allah. Dan malaikat adalah makhluk yang tak pernah salah.
Kita juga tahu bahwa manusia adalah tempatnya khilaf dan lupa. Jauuuuh dari #sempurna. Lalu, kenapa terus menuntut yang sempurna dari sumber alfa?
Tag :
Corat-coret













