Wanita, Kau Begitu Berharga

Di zaman sebelum diutusnya Nabi Muhammad ke bumi Arab, manusia pada saat itu berada di masa kejahiliyahan. Kebanyakan dari mereka adalah budak hawa nafsu. Mereka menghormati para raja dan petinggi-petinggi suku, tapi tidak orang-orang dengan kasta yang lebih rendah dari mereka. Bahkan wanita, tak memiliki harga dan tak sedikitpun diberi penghormatan. Padahal mereka terlahir dari rahim-rahim wanita.

Hadirnya Islam yang dibawa Nabi Muhammad bagaikan cahaya. Menerangi jiwa-jiwa gulita dan membersihkan semua noda-noda nista. Serta Islam telah mengangkat derjat wanita dari tiada menjadi berharga. Wanita tak lagi layak dicaci maki, karena Islam memerintahkan untuk mencintai. Mereka tak lagi berkedudukan rendah, karena Allah telah memberikannya darjah melimpah.

Wanita, begitu berharga dimata Islam. Justru gerakan-gerakan emansipasi ataupun feminisme yang katanya bergerak untuk menyama-ratakan dan menyelaraskan posisi wanita dan pria itu, malah telah menurunkan derjatnya. Bagaimana tidak, Islam sendiri telah meninggikan derjatnya lebih dari lelaki di beberapa hal, tapi orang-orang ini malah inginkan mereka sejajar dalam segala hal.

Wanita sungguh lebih berharga dari lelaki. Allah telah mengutamakan wanita dalam banyak hal dibanding laki-laki. Jika boleh, maka para lelaki pun ingin seperti wanita dan mendapatkan keutamaan yang sama tingginya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah ditanya tentang siapa yang harus mendapat perhatian paling utama antara ayah dan ibu. Rasulullah menjawab "ibumu" sebanyak tiga kali, lalu disusul oleh "ayahmu" dengan hanya sekali sebutan.

Dalam hadits lain dikatakan bahwa wanita, ketika dia menjadi seorang anak, (baik atau buruknya) ia menjadi penentu masuk surga atau tidaknya seorang ayah. Dan ketika ia menjadi seorang ibu, tak ada yang memungkiri bahwa surga berada di telapak kakinya.

Wanita, kau begitu berharga. Hargailah dirimu sebagaimana Allah menghargaimu dengan sebaik-baik penghargaan.

"Jika Tujuanmu Untuk Belajar.."

Sebagai seorang pelajar, fluktuasi semangat menuntut ilmu itu hal yang wajar. Tergantung nanti bagaimana cara kita menyikapi dan mengalihkan 'kefuturan' kita pada hal yang tak sia-sia.

***

Ceritanya, akun twitterku tetiba di-follow oleh seorang Australian. Seorang terpelajar, pengajar, konsultan, dan juga penulis. Luar biasa sekali rasanya di-follow oleh orang yang terlihat hebat. Akhirnya, akun beliau aku follow balik.

Iseng-iseng nya, ketika aku mengalami 'futur' untuk belajar dihari-hari ujian ini, aku meminta pendapat langsung melalui DM ke beliau. Aku bertanya tentang "saran apa yang akan beliau berikan terhadap seseorang yang kehilangan motivasi untuk belajar di bidang yang sedang ia geluti".

Ternyata, untuk mendapat jawaban beliau, ada syarat yang harus dipenuhi. Yaitu, nge-like dua facebook page yang beliau kelola. Yowes, dengan serta merta aku like keduanya, dan segera menuntut jawaban.

Akhirnya beliau memberi jawaban yang menurutku cukup berbeda dengan jawaban kebanyakan orang yang selama ini aku dapatkan. Jawabannya "kamu tidak perlu termotivasi. Jika tujuannya adalah untuk BELAJAR, lakukanlah walau dalam kondisi tak termotivasi dan motivasi itu akan datang dengan sendirinya".

Aku jabarkan menjadi: Jika niat dan tujuan kita bersekolah atau berkuliah itu adalah untuk BELAJAR (mendapatkan ilmu), maka tak perlu ada motivasi untuk bisa semangat melakukannya. Karna motivasi itu sendiri adalah BELAJAR-nya kita.

Iya. Barangkali ada yang salah dalam niat dan tujuanku untuk menginjakkan kaki di kampus ini. Dan pasti ada yang salah! Tapi, selagi aku masih diberi waktu dan kesempatan untuk memperbaiki semuanya, aku akan terus berusaha.

Bismillaahi, Allahu Akbar!!

*Note to Myself*

Kamu Lebih Berharga Dari Intan, Mutiara, Emas

Dalam buku "More Than A Hero: Muhammad Ali's Life Lessons Through His Daughter's Eyes", ada nasihat menarik dari Muhammad Ali untuk putrinya yang sudah beranjak dewasa. Kisah ini aku dapati dari fanspage FB beliau beberapa waktu lalu. Nasihat ini dikisahkan oleh anak perempuannya yang menjadi saksi kejadian.

***

Ini terjadi ketika anak-anak perempuannya pulang ke rumah dengan pakaian yang agak menampakkan auratnya. Seperti biasa, sang ayah menyambut kedatangan putri-putrinya dengan bersembunyi dibalik pintu, berniat untuk sedikit memberi kejutan kepada mereka.

Setelah memberi pelukan dan ciuman hangat untuk mereka, Muhammad Ali menatap penampilan gadis-gadisnya. Lalu dia mendudukkan salah seorang anak gadisnya diatas pangkuannya, menatap mereka dengan penuh kasih sayang, lalu berkata,

"Anakku, segala sesuatu nan berharga dan memiliki nilai tinggi yang diciptakan Tuhan dimuka bumi ini selalu tertutup, terlindungi, dan susah untuk didapatkan."

"Dimanakah kau temukan intan? Jauh didalam tanah, tertutup dan terlindungi."

"Dimanakah kau dapatkan mutiara? Jauh didasar laut, tertutup juga terlindungi dalam kerang-kerang yang keras dan kuat."

"Dimanakah kau jumpai emas? Jauh didalam tambang, tertutup oleh berlapis-lapis bebatuan. Dan engkau harus bekerja keras untuk mendapatkannya."

Ali lalu menatap anak-anaknya dengan tatapan serius, lalu berkata "Tubuhmu masih bersih dan suci. Dan kamu jauh lebih berharga dari intan, mutiara, dan emas. Maka tubuhmu harus mendapat cover dan perlindungan yang lebih dari benda-benda itu."

***

Logis aja..

Kalau disuruh memilih makanan, lebih suka makanan yang masih tertutup rapi atau yang sudah terbuka?

A Movie Making for BRAVE

Berkisah, bercerita, lalu menuliskannya adalah sebuah proses yang menarik untuk mendokumentasikan sesuatu, disamping mengambil foto dan lainnya. Suatu saat nanti, ia akan menjadi sejarah. Sejarah hidup kita. Itulah alasan mengapa, aku suka menceritakan pengalaman-pengalaman yang menurutku menarik untuk dituliskan. Anyway, sekarang aku akan bercerita tentang pengalamanku membuat "a movie for brave". Stay tuned! :p

***

Arrisalah memiliki banyak tradisi yang memang diambil atau dicontoh dari pesantren-pesantren di Indonesia yang dulunya menjadi sasaran 'studi banding' para guru. Salah satu tradisinya adalah 'pentas seni' atau yang sering disingkat menjadi PENSI. Tak terasa, pertengahan mei kemaren adalah pensi perpisahan angkatan 5 Arrisalah (BRAVE). Waktu berjalan begitu cepat~

Di hari itu, aku teringat sesuatu yang juga mungkin menjadi tradisi kami, angkatan 2. Apa itu? Memberikan secuplik video sebagai bukti kontribusi kami dalam acara besar adek-adek angkatan. Sudah 2 angkatan yang kami berikan video yang dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum mereka wisuda. Tapi, untuk angkatan 5 ini, entah mengapa, tak seorang pun yang menyinggung tradisi ini. Why? Mungkin karna mayoritas kami sudah berada di tahun 3 perkuliahan. Sudah sibuk memikirkan skripsi, ada juga yang KKN, PL, dan lain sebagainya.

Aku merasa, aku orang yang paling tidak sibuk diantara semuanya. Ntahlah. Maka, aku yang mulai mengingatkan mereka tentang video untuk angkatan 5. Sayangnya, aku hanya direspon oleh seorang temanku saja. Itu hal yang sangat membuatku kehilangan semangat dan aku memutuskan "sepertinya kita memang ngga perlu menyediakan apa-apa untuk mereka, disamping juga waktu yang sangat terbatas (hanya tersisa 2 hari saja sampai wisuda)". Pikirku.

Oke. Aku benar-benar tidak mempersiapkan apapun. Sampai akhirnya seorang adek angkatan 5, yang sudah lama berkomunikasi denganku mengutarakan perasaannya. Awalnya aku bertanya tentang pensi yang diadakan semalam. Aku penasaran karna aku mendengar bisikan-bisakan angin kalau pensi tahun ini benar-benar awesome dan lebih spektakuler dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menjawab dan membenarkan, lalu berkata "tapi ada satu hal yang membuat kami sedih. Alumni yang hadir hanya angkatan 4 dan ngga ada video dari kakak-kakak".

Jleb! Aku tak tau harus berkata apa. Tapi, ya aku harus jujur agar tak terjadi misunderstanding antara kami. Awalnya dia memahami, tapi karna ngga tega, akhirnya aku memutuskan dan menjanjikannya video yang akan aku selesaikan malam ini juga. It was a hard decision, you know! Tapi tak apalah, bukankah kebahagiaan sesungguhnya itu ketika kita bisa membuat orang lain bahagia? Okay, I will strive for it. Tapi aku mewanti-wanti nya agar video ditampilkan ketika wisuda. Karna video tahun lalu, yang sudah selesai tepat waktu, sudah diterima, dan tinggal ditampilkan, berakhir nihil. Itu membuatku dan teman-temanku sedikit keceber (kecewa berat :D).

Well, aku sadar, video ini bakal lebih lama selesai jika aku berharap pada orang lain. Maksudku, terlalu melibatkan orang lain dalam meminta ide, foto, ataupun video. Karna waktu yang benar-benar terbatas, aku hanya membuat video dari video-video yang aku punya dan meminta bantuan beberapa orang saja, semampunya. Yaph! Seperti yang sudah dipresiksi, aku mendapat respon yang cukup lambat. Tak apa, aku akan melakukan apa yang bisa aku kerjakan terlebih dahulu.

Video yang pertama adalah video kreasi dari angkatan 3 yang sudah lama tersedia tentang ikatan alumni Arrisalah (INARAH). Karna belum pernah dipublish, jadilah aku menggunakan video tersebut sebagai pembuka. Video yang kedua adalah video profil organisasi tarbiyah di kampusku (sudah minta izin). Aku memilih itu karna kata-kata didalamnya menarik dan direkam dengan cara yang menarik pula. Lalu, video bagian tiga dan empat disediakan untuk para alumni yang mau ikut berkontribusi. Siapa saja. Dan bagian ini yang menunggunya sampai pagi, dimana acara wisuda sudah akan dimulai. Sedangkan bagian terakhir, itu adalah sesi foto-foto alumni dengan BRAVE. Mungkin ada yang bertanga-tanya mengapa hanya ada fotoku dengan mereka. Itu semua karna hanya itu yang aku punya, jadi ya terpaksa.

Aarghh.. Aku merasa dikejar-kejar waktu! Ehh, kebalik ding. Aku yang mengejar-ngejar waktu :D

Dalam setiap proses panjang itu, aku tetap berkomunikasi dengan adek tadi itu. Bertanya tentang waktu yang disediakan untuk menampilkan video ini. Dan meminta emailnya agar video dapat segera dikirimkan kesana. Finally, beberapa menit sebelum waktu yang ditentukan, aku berhasil meng-import video dan meng-upload nya di gmail (kedua proses ini memakan waktu yang sangat lama yang membuat aku ingin membanting-banting laptop >.<). Tapi, karna file size nya besar, video hanya bisa di upload melalui google drive. Terkirim! Tapi, si adek itu bilang kalau videonya tak bisa di download. OMG! >.<

I didn't know what to do! Karna disaat itu aku sedang liqo'. Ngga mungkin kan, kalau aku izin hanya karna itu? Aku berfirasat, sepertinya kejadian tahun lalu (tidak ditampilkan ketika wisuda) akan berulang kembali. Hhhh.. It will be annoying. Ok, selesai liqo, aku berlarian menuju asrama. Tapi, ketika berlari disebuah tangga, gedubrak! Aku jatuh! Haha.. Ngga penting sih, tapi ini pertama kalinya aku jatuh disini. Wkwkwkwk..

Sesampainya di kamar, aku mencoba dan terus mencoba untuk import video dengan size yang sangat-sangat kecil. Aku juga meminta bantuan beberapa orang untuk ngupload video ini ke youtube. Tapi ya, prediksiku berjalan lancar. Haha.. Wisuda sudah berakhir, tapi video yang telah disediakan tak kunjung diterima dengan baik oleh adek itu. Yalah, memang hal yang dilakukan terburu-buru itu tak akan pernah memberikan hasil yang sempurna. Endingnya, aku berhasil memperkecil video dengan ukuran dibawah 10 Mb sehingga bisa dikirim lewat whatsapp. Dan melalui whatsapp inilah, semuanya bisa menyaksikan karya semalam. Haha~

Udah, itu aja sih. Memang membuat kecewa, merasa perjuangan semalam sia-sia. Tapi, ya kami harus ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Berusaha untuk ikhlas dengan beberapa fakta yang terjadi ketika proses pembuatan video. Apa faktanya? Aku rela menahan lapar tengah malam, aku begadang, aku tidur sejam diatas kursi sambil menanti video rekaman yang dijanjikan, aku terjatuh, dan aku baru makan besok sore. Haha.. Alhamdulillah, Allah masih beri tenaga. Semoga apa yang aku dan teman-teman lakukan ini menuai keberkahan dari Allah.

Barakallah~

Ketika PKS Layangkan Dukungan Pada Prabowo

Perpolitikan Indonesia semakin memanas. Apalagi setelah deklarasi dua pasang capres dan cawapres, Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf. Mungkin kompetisi ini semakin bergejolak karna hanya ada dua pasangan calon yang maju, sehingga lawan dan kawan itu terasa nyata.

Terlepas dari semua itu, aku mengalami sedikit dilema. Seperti yang sudah kita ketahui, PKS yang dari dulu sudah menggadang-gadangkan calon presiden dari kadernya sendiri, ternyata berujung nihil. Malah mengalirkan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta. Ini sedikit banyak membuatku bingung sehingga aku meminta ustadzku yang merupakan salah seorang pembesar PKS di Sumatera Barat untuk sedikit bercerita menjelaskan semua ini.

Akhirnya terjadilah diskusi seru nan hangat di grup kami. Diskusi yang terasa semakin hangat setelah pertanyaanku muncul.

***

"Ustadz, bisa ngga sedikit bercerita tentang kenapa PKS memutuskan untuk berpihak ke Prabowo? Walaupun pada akhirnya kita bisa lihat kubu Islam (kecuali PKB) juga berhulu kesana. Kenapa Partai Islam ngga buat kubu baru aja ustadz?"

"Ceritanya agak panjang..
Kitalah yang pertama mnggagas pertemuaan partai-partai Islam. Itu yg kita lakukan pertama kali. Tapi sayangnya, ketua-ketua partai Islam yang lain ngga ada yang datang. Hanya Amin Rais yang datang dengan memaksakan Hatta Rajasa. Yang lain hanya diwakilkan, tapi PKS datang lengkap. Sedangkan PKB, sejak awal sudah menyatakan dukungan ke PDIP.

Kita juga sadar, seandainya 3 partai Islam: PKS, PPP, dan PAN mau bergabung, bisa cukup untuk mengusung capres. Tapi siapa calonnya? Semua tokoh dari ketiga partai ini jauh dibawah ARB. Apalagi untuk melawan Prabowo dan Jokowi. Klupun akhirnya dipaksakan 3 partai ini koalisi, siapa yang mau bayar biaya perjuangan memenangkan pilpres? Secara finansial, partai-partai Islam belum cukup memadai.

Diwaktu yang sama, Prabowo malah membuka komunikasi ke kita, PKS. Bahkan dia siap untuk menghadap ketua Majlis Syuro PKS. Malah mereka (pihak Prabowo) mau dengan syarat-syarat yang kita ajukan. Termasuk ketika kita mensyaratkan agar cawapres dibicarakan bersama.

Partai Islam belum ada yang kuat untuk berdiri sendiri. Kita tahu diri dengan hasil pemilu kemaren. Kita baru diterima oleh 6,79% rakyat Indonesia. Maka kita harus realistis. Dan partai Islam masih butuh partai nasionalis untuk menjadi lebih kuat. Kalau Islam membuat poros sendiri, atau PKS memilih oposisi, maka itu yang ditunggu oleh PDIP. Jokowi akan menang mudah.

Tentang cawapres..

Setelah deklarasi PKS dengan Gerindra hari sabtu, hari ahadnya semua pimpinan partai pendukung rapat untuk membahas cawapres. Kita memang mengajukan 3 calon kita. Tapi kita tak memaksakan. Kita ingin cawapres yang didukung bersama dan membawa kemenangan. Kita memang punya kekuatan kader, tapi tidak punya kekuatan finansial."

***

"Ustadz, belajar dari pengalaman, apa PKS ngga takut koalisinya bakal dikhianati seperti sebelumnya?"

"Kita tidak bisa menebak masa depan. Kita sudah membuat dan menyempurnakan poin-poin koalisi dan kesepakatan. Karna PKS, Gerindra, dan parta-partai pendukung lainnya memiliki jumlah kursi DPR-RI yang ngga jauh beda, maka koalisi hampir bisa dibilang berimbang."

***

"Bukankah Prabowo memiliki banyak msalah dari dulu ustadz?"

"Jangan tertipu dengan berita-berita tentang masalah Prabowo. Itu semua serangan tim media lawan. Ini perang. Jangan berfikir linear. Prabowo masalahnya sudah selesai. Kenapa sekarang diungkit-ungkit lagi? Dulu waktu Prabowo berpasangan dengan Megawati, kenapa isu dan tuduhan itu tidak muncul?

Jangan mudah percaya.."

***

Itulah diskusi kami malam ini. Sedikit banyak sudah memberi pencerahan kepadaku dan teman-teman yang juga terlibat dalam diskusi ini. Intinya, keputusan Syura PKS ini sudah melalui kajian dan penyaringan yang ketat dan juga meyakini bahwa ini adalah keputusan yang paling sedikit mudharatnya. "PKS mendukung Prabowo-Hatta".

Semoga berkah dan mencerahkan. #SelamatkanIndonesia

Reflection on Tahfiz Project

This is my writing about one of projects given in psychology of learning class. This is a reflection of it. I post it here for filling my silent blog. Hehhe.. Have a nice reading! :)

***

This paper will explain about my reflection of 'hafazan project' given by Madam Lihanna Borhan. This project is one of projects given throughout the semester which asks the students to memorize some chapters of the Qur'an. There are five different chapters which should be memorized by the students with given duration of time. Those chapters are Al-’Alaq (1 week), Asy-Syams& Ad-Dhuha (2 weeks), Al-Mulk (2 weeks), Al-Waqi’ah (3 weeks), Al-Baqarah verses 25-37 (2 weeks).

When the due date is coming, the students must be done with their memorization. After they memorized a certain chapter clearly, they should record it to then upload it to padlet, an application requested by Madam to be used to let Madam watchdirectly the record.

Beside that, the students have to make a reflection about their process of memorization. They have to answer some question and explain any learning principle from cognitive and behaviorist point of view that they use to enhance and improve their memorizing process, and the most challenging part they face in the particular .chapter and the solution they use to solve the challenge.

For me personally, this project is really challenging. This is because I have memorized all chapters which are ordered. This project has challenged me to recall my memory. I feel some difficulty because I have forgot some part of the chapter, therefore I feel this task is very challenging.

During my experience to do this project, I face some hardness. The hardest thing is to answer some question in the reflection paper. As I mentioned before, I have memorized all required chapters long time ago. It makes me difficult to remember and recall the way I memorize the verses of Al-quran, what type of learning has been used, and how I reinforce myself to do it.This is because when I was in junior and senior high school, it is compulsory for me to memorize Al-quran as much as I can.

Secondly, when I finish recording what I have memorized, it is difficult for me to upload the record to the padlet. I have to move the record from my phone to my laptop, then upload it. It really takes time. Not only that, when I upload my groupmate’s video, I always fail, and that makes me stressful especially when IIUM wifi becomes problematic.

After I analyze the use of padlet in this hafazan project, I find some advantages and disadvantages of it. Its benefits are that it provides me to do muraja’ah of my memorization of the Qur’an, and the using of padlet makes the students easy to show their performance to the lecturer and it also makes the lecturer easy to watch many videos of the students directly in very short time.

The disadvantages of using padlet are as I mentioned before, it is difficult and really takes time when the wifi is problematic. In addition, it is not an effective way to recall the hafazan because some people might not memorize it well and forget some part of the surah. When they forget, they may read other verses or jump into the next verse without conciousness. It is will be better to recite our memorization in front of someone, so the listener can directly correct our mistakes.

That is all my reflection of the hafazan project. In my conclusion, it is beneficial project for the students especially for me to do muraja’ah of my memorization.

Sindir-Menyindir

http://arawindaparamitha.files.wordpress.com/2013/01/seni-sindir-menyindir.jpg

Bulan baru, harus ada semangat baru. Semangat menulis! Semoga yang tertulis selama ini tidak satupun yang bernilai keburukan. Aamiin..

Hari ini menarik. Menarik untuk mengingat keburukan diri yang secara tidak langsung diingatkan oleh sahabat sendiri. Seperti yang tertulis di judul, sindir-menyindir. Jujur saja, ini kebiasaanku yang dianggap buruk oleh orang lain.

Aku suka sekali menyindir terhadap sesuatu yang tidak sejalan dengan alur pemikiranku. Apalagi terhadap sesuatu yang membuatku kesal. Aku selalu menyindir orang yang bersangkutan lewat tulisan. Aku tau ini kurang baik, karnanya aku sudah jarang mempraktekkannya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tulisan sindiran yang kubuat karna ia bersifat general. Aku tidak menulis secara jelas ataupun nyata siapa orang yang aku sindir. Dan tidak ada yang bisa menebak tujuanku kecuali orang-orang yang terlibat.

Jadi menurutku, jika yang ditakutkan adalah masalah tersebarnya aib, itu akan menjadi alasan yang tak masuk akal. Karna tak akan ada orang yang tau kecuali orang yang memang sudah mengetahui masalah sebelumnya.

Sekedar opini pribadi, menyindir ini cara terbaik kedua setelah menasehati atau memberi tau secara langsung. Kenapa? Karna kita berusaha menyadarkan orang secara tak langsung. Jika merasa tersindir berarti dia masih punya rasa bersalah. Jika tidak merasa, berarti ada yang salah.

Untuk kita ketahui bersama, kesalahan yang kita sadari sendiri jauh lebih membawa dampak daripada kesalahan yang diingatkan orang lain. Jadi sindiran ini hanya sebagai pancingan aja agar kita bisa tersadar dengan sendirinya. Kalau ngga sadar, berarti emang harus dibicarakan secara "empat mata". Haha.

Dengan menyindir, orang yang merasa tersindir bisa langsung menghubungi kita untuk klarifikasi. Jadi dengan itu, tidak ada yang terpublikasi secara nyata. Kecuali kalau orang yang merasa tersindir tetiba komen di FB atau dimanapun yang bersifat public. Dan itu kesalahan dia sendiri, bukan kesalahan penyindir.

Aku memang begini. Aku yang menumbuhkan sendiri sifat ini, baik didapat karna sering menjadi korban sindiran, maupun yang belajar secara personal. Tapi aku juga perlahan mencoba menguranginya karna "mudharat-nya lebih banyak daripada manfaatnya".

Tapi, FYI.. Untuk sindiran karna pemikiran yang tak sejalan, hampir semua orang yang pernah aku sindir adalah orang-orang yang sudah paham hukum dari 'tema' yang dijadikan sindiran. Misalnya ni ya, ada orang yang nulis status bahwa dia punya pacar. Sebagai tamatan pesantren, seharusnya dia tau apa hukum pacaran. Nah, disanalah aku melancarkan serangan sindiran, baik di statusku ataupun langsung komentar di status orang tersebut.

Tapi, untuk orang yang terlihat tidak mengetahui sebuah hukum, aku rasanya tak pernah menyindir. Karna sindiran bakal percuma, dia ngga bakal paham. Nah, dengan orang seperti ini barulah aku memakai metode 'nasehat-menasehati'.

Nah, jika sindiran itu terbit karna kekesalanku, itu lebih karna pengaruh emosi saja. Karna emosiku tak tersalurkan dengan baik, makanya terlahirlah tulisan sindiran. Haha..

Intinya, jangan mancing-mancinglah ya.. :D

Anyway, aku mohon ma'af buat yang selama ini pernah atau sering menjadi korban sindiran. Yang merasa tersindir, itu tandanya kalian masih orang baik dan aku harus belajar banyak dari kalian untuk mendapatkan 'rasa' itu.

Udah itu aja, Barakallaah~

Sedikit Wawasan Tentang Pemerintahan

http://www.antarasumbar.com/id/foto/berita/Logo_kota_Padang.png
Aku bukanlah orang yang terlibat di pemerintahan kota Padang. Aku hanya rakyat biasa, sama seperti yang lainnya. Aku mengenal diriku sebagai seorang komentator, termasuk mengomentari pemerintah. Setiap kesalahan dalam kota, rasanya ingin menyalahkan pemerintah kota tersebut, termasuk kota Padang.

Tapi, semakin berusia, aku semakin tau bahwa pemerintah tak bisa disalahkan secara total terhadap sebuah masalah. Karna bagiku, yang perlahan kupahami bahwa ada banyak hal dan unsur yang mempengaruhi sukses atau tidaknya sebuah kebijakan. Dan unsur yang tak kalah penting adalah masyarakat itu sendiri.

Pembicaraan ini menghangat (bagiku) ketika juniorku menulis di blog-nya tentang ini dan merupakan sebuah bentuk penyampaian aspirasi. Walau aku yakin, cara ini hanya memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk terdengar oleh pemerintah.

Dalam diskusi kami, aku tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku hanya ingin meluruskan pemahaman dasar masing-masing kami agar tak ada singgungan yang signifikan. Ya, aku memaparkan kepadanya tentang opiniku terhadap apa yang dia tulis. Untuk melihat diskusi lengkap kami, klik disini.

Kurang lebih satu jam kemudian, diskusi kami berakhir. Tapi aku yakin dia sepertinya belum puas dengan apa yang sudah dijelaskan. Aku akui, banyak poin yang aku setujui dari pemaparannya. Dan ini menjadi PR pemerintahan baru kota padang.

Aku tak berhenti sampai disana. Aku masih penasaran dengan banyak hal yang berkaitan dengan pembicaraanku dengan juniorku ini. Alhamdulillah, aku punya beberapa link staff pemerintah kota Padang yang bisa dijadikan tempat bertanya. Dan salah satu dari mereka meresponku dengan cukup baik.

Begini isi percakapanku dengannya..

***

A: Assalamu'alaikum bang.. Mau nanya bang, kalo masalah infrastruktur atau fasilitas kota, dibawah dinas apa ya bang?

B: Kalau infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum. Kalaul tata Kota di Dinas Tata Ruang Tata Bangunan Permukiman.. Ada apa?

A: Tadi shabrina ada diskusi sama adek kelas, kita diskusi santai aja..
Tentang penyaluran aspirasi rakyat juga sebenarnya. Dia bingung, gimana agar aspirasinya bisa terdengar sama pemerintah..

Nah, jadi dia nulis aja di blog nya dan shabrina baca, trus shabrina komentarin.. :D

Intinya, dia memperhatikan kalau tingkat keamanan kota padang berkurang. Khususnya keamanan pejalan kaki, sehingga banyak kecelakaan yg mengorbankan mereka.

Awalnya dia terlihat agak menyalahkan pemerintah. Tp shbrina brusaha meluruskan klo ini sbenarnya tidak hanya ksalahn pemerintah, tp juga masyarakat.

Gitu bang..

B: Benar sekali dek.. dalam teori Trilogy Pembangunan, Pemerintah, Sektor Private/swasta, dan masyarakat sebagai 3 pilar berhasil atau tidaknya Pembangunan yang Aspiratif tsb..

A: Iyya bang..
Itu awal mula diskusi kami tadinya :D

B: Sebagai contoh, untuk penataan kawasan pariwisata Pantai Padang, masyarakat selalu menjadi masalah dengan membuka usaha cafe tenda ceper. Sekarang Buya sudah membuat kerjasama dengan Pihak Swasta utk mendirikan Long Cafe Cimpago, tapi masyarakat tetap bermaslah dengan dalih mencari nafkah (lucunya ada suatu statement pedagang yang bilang omsetnya akan turun sampai 2-3 jt/hr apabila tidak membuka usaha tsb, padahal usahanya luput dari Penerimaan Retribusi/Pajak Daerah karna ilegal). *pensive*

Untuk penataan trotoar bagi pejalan kaki InsyaAllah sudah ada dalam program Pemko yg akan dilaksanakan Buya nantinya.. :)

A: Iyya bang..
Shabrina juga dulunya gitu, mandang dari satu arah aja. Padahal ada banyak hal yang harus jadi pertimbangan.

Tenda ceper itu kayaknya harus lebih keras lg bang. Kayak di bandung.. Hehe
*ntar shbrina bilangin ke buya :D

Smoga berkah programnya..

B: Dalam hal ini Pemerintah bukan hanya Pemko Padang saja, tapi semua Muspida (Polri, TNI, dan penegak hukum lainnya) juga harus terlibat. Artinya Pemko harus buat komitmen / MoU dengan unsur2 tsb, agar tidak terjadi konflik di lapangan ketika akan dilakukan penataan kawasan2 potential tsb..

InsyaAllah dengan pendekatan masyarakat yg selama ini telah Buya lakukan dapat mempercepat terwujudnya hal2 tsb untuk kemajuan Kota Padang..

A: Iyya bang.. Stuju..

Aaamiiin.. Allahumma aamiiin..
Makasih banyak bang, ilmu2 barunya menyenangkan.. :)

B: Sama-sama dek..

***

Nah, wawasan ini langsung dari orang yang berpaham tentang pemerintahan, khususnya di kota Padang. Jadi penjelannya bisa dibilang reliable source lah ya. Dan kurang lebih opiniku sejalan dengan apa yang disampaikan abang ini. :D

Tapi juga, sesuai dengan yang juniorku bilang, pemerintah sepertinya harus berinisiatif terlebih dahulu atau membawanya (masalah) ke ruang diskusi terbuka dengan masyarakat.

Wallahu a'lam..

"PKS dan IM" -Sebuah Jawaban-

Sebenarnya sudah lama pertanyaan ini terbersit dalam jiwa "apakah ada hubungan antara PKS dan IM". Karna kalau dilihat-lihat, banyak buku-buku pegangan kader PKS merupakan buah karya dari ulama-ulama petinggi IM. Namun, rasa ingin tahu ini perlahan hilang ditelan zaman karna tak kunjung ditanyakan.

Sampai pada suatu hari di dalam sebuah majelis, seorang sahabatku mengajukan sebuah pertanyaan kepada pembicara dalam majelis tersebut. Pertanyaan ini mewakili perasaanku yang dulu, dan seolah membuka kembali luka yang sudah mengering (lebay ngga nyambung). "Apakah PKS itu adalah cabang IM di Indonesia?". Aku kembali dihujam rasa penasaran yang mirip dengan beberapa tahun silam.

Pembicara menjawab pertanyaan sahabatku sesuai dengan apa yang dia tahu dan dia pahami. Tapi, aku merasa tidak puas dengan apa yang disampaikan. Aku tidak hendak memperpanjang perbincangan di dalam majelis tersebut karna waktu saat itu amat terbatas. Aku menggunakan caraku sendiri untuk mendapatkan jawaban yang menenangkan hati.

Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya kepada beberapa orang yang menurutku memiliki jawaban yang bisa memuaskanku. Melalui akun twitterku, aku langsung mention dan bertanya pada om akmal (@malakmalakmal). Melihat tweet-ku, seorang seniorku, ustadzah Qoriatul Hasanah membalasnya dan menulis "lihat di buku SJD (sepanjang jalan dakwah) pak Tifatul, bab 22 halaman 287".

Aku terperangah, mengetahui bahwa buku yang disebutkan sudah lama bertengger tenang di sudut lemari kamar. Ternyata jawaban dari pertanyaanku sudah tersedia dan berada tepat disekitarku. Aku tidak mengetahuinya karna tidak sempat membaca buku tersembut sampai tuntas. Aku sejenak merasa menjadi orang paling OON. *tepok jidad*

Sebelum aku menyerbu buku SJD, aku mendapat balasan dari om akmal. Beliau menulis "Sebenarnya IM menginspirasi banyak orang dan kelompok (tidak hanya PKS -pen). Dan yang namanya gagasan, sah-sah saja untuk diadopsi siapapun". Jawaban om akmal ini mudah sekali aku tangkap dan sedikit banyak sudah membuatku tenang.

Sebenarnya, sebelum mendapatkan jawaban, aku mencoba berpikir dan berasumsi bahwa PKS itu bukan turunan IM. Opiniku melayang-layang bebas dipikiran, tapi tidak terceritakan secara rapi. Aku berusaha membangun jawaban sendiri sebelum menerima jawaban orang lain. Dan ternyata jawaban om akmal berbanding lurus dengan jawabanku begitu juga dengan ulasan yang ada di buku SJD.

Anyway, jazakumullah buat yang sudah terlibat menjawab terkhusus buat om akmal dan kak qori, dan terima kasih banyak karna sudah mengingatkanku kembali.

Buat yang tidak memiliki bukunya, disini aku akan berbagi sedikit cuplikan penting yang ada di bab 22 tentang "PKS dan IM".

***

Ideologi yang mewarnai PK ketika itu adalah buah dari tarbiyah yang selama ini ditanaman, sehingga tidak perlu memakai ideologi dari negara lain. Dari aspek konstitusional dan undang-undang tentang parpol di Indonesia sendiri menegaskan, parpol di dalam negri dilarang berafiliasi dengan pihak-pihak asing.

"Kalaupun ada kesan kesamaan antara PK dan IM," kata Tifatul, "itu tak lebih dari pemikiran-pemikiran pejuang Islam masa dulu, seperti pola pembinaan dan tahapan-tahapannya. Tapi itu bukan berarti PK telah beraliansi. Saya akui secara pemikiran beberapa kader dipengaruhi pemikiran-pemikiran Hasan Al-Banna, Maududi, dan Qutub".

"Hal ini bukan sesuatu yang aneh, karna salah satu konklusi dalam tesis saya ketika studi di Islamabad, Pakistan, adalah bahwa gerakan-gerakan Islam hampir seluruhnya terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran ketiga tokoh tersebut. Kami berdemokrasi dengan koridor konstitusi NKRI" ujar Tifatul menegaskan.

"Adanya isu dana yang mengalir dari luar negri pun", sambungnya, "hanya sekedar isapan jempol belaka. Kalau kecurigaan dana dari IM, tentu itu suatu hal yang mustahil. Karna kondisi mereka sendiri sangat kekurangan dan kesulitan dalam memenuhi pendanaan mereka".

Kecemburuan terhadap soliditas PK ini dibumbui oleh berita karangan wartawan asing yang selalu mengait-ngaitkan PK dengan gerakan Islam di luar negri. "Selama ini kita melakukan sesuatu sesuai dengan koridor hukum, demokrasi, dan konstitusi di Indonesia. Kita mendukung NKRI, membela Bhinneka Tunggal Ika, dan juga mengakui pancasila dan UUD 45" kata Tifatul.

***

Semoga bermanfaat. Barakallaah~

Gue Anti Pacaran, MasBuLoh?

http://fc08.deviantart.net/fs70/f/2013/159/5/a/anti_pacaran_by_hamdanhasan-d688ezx.jpg



Kayaknya topik kali ini agak kontroversial ya? It's okay. Aku hanya ingin bercerita. Bercerita beberapa penggal kisah yang aku alami. Tapi, sebelum aku bercerita, perkenankan aku sedikit menjelaskan opiniku tentang pacaran.

Aku menganggap diriku sebagai seorang yang anti pacaran. Sangat anti malah. Sampai kapanpun (insyaAllah). Aku menjadi orang paling kontra-produktif diantara banyaknya alumni jika mendengar isu teman-teman atau anak-anak sekolah lainnya mendekati langkah ini, berpacaran. Akibat tindakan ini, tak jarang aku diejek, dimaki, bahkan dijauhi oleh orang-orang yang aku tegur.

Diawal-awal, aku memang merasa agak keras dan to the point dalam mengingatkan, tapi dengan sindiran tajam. Perlahan aku sadar, cara ini jika aku praktekkan dengan mereka yang cukup dekat denganku, akan merenggangkan ukhuwah yang sudah susah payah dibina bertahun lamanya. Dan karna itu, aku mulai mengubah caraku dalam menyindir mereka. Tapi tetap saja, masih ada yang terluka. Maka, akan aku biarkan saja. Haha..

Jujur saja, aku melakukan ini bukan karna aku senang mencari-cari kesalahan orang lain. Bukan juga karna aku bahagia orang lain terkena masalah. Mungkin nasyid ini bisa sedikit menjawab..
Bukan ku sok tahu kawan, sok nasehati
Tapi ku yakin ini yang benar untuk kau ikuti
Bukan ku sok pintar kawan, sok menggurui
Tapi ku yakin terbaik untuk kau jalani

Kurasa bersalah saat 'ku tak menegurmu
Kurasa tak enak hati kawan jika tinggalkanmu
Kurasa tak sempurna iman di dalam dadaku
Kuingin kita semua kawan bersama di syurga
Aku melakukan ini juga sebagai pengingat bagi diriku sendiri yang lemah ini. Jadi ketika aku tergiur melangkah kearah sana, batinku akan berteriak "hei bin! Ente itu udah nyindir dan marah-marahin banyak orang yang ngelakuin itu, tapi knapa ente malah mulai nge-deket? Sadar woi". Apa yang aku lakukan, akan menjadi tameng bagi diriku sendiri. Walau sebenarnya terkadang aku juga butuh diginiin sama orang lain.

Terus, jika ada yang nge-respon "urus aja diri dan keluarga sendiri! Jangan urus urusan orang lain deh!". Teriakan ini juga tamparan untuk diriku sendiri. Tapi aku akan percaya diri dengan berteriak lebih kencang "aku sudah melakukannya sebelum kamu memikirkannya! Karna bagiku, keluarga tetap nomor wahid!".

Tapi, sekedar pengetahuan, meluruskan keluarga itu jauh lebih sulit dibanding mengingatkan teman-teman. Aku sudah pernah mengalaminya. Tidak terhintung lagi, entah berapa kali aku harus menguras berember-ember air mata untuk memikirkan dan menyelesaikan masalah ini disaat buya sibuk dan ummi pun tak bisa diganggu. I was like a single parent!

***

Ok, lanjut..

Jadi, banyak sekali kisah 'penyindiranku' ke orang-orang yang melakukan praktik ini (haha). Rasanya pengen ngakak kalau ingat kejadian-kejadian itu. Kalau diceritain semua, mungkin bisa tercipta sebuah novel. Tapi sayangnya, aku sudah lupa sebagian episode karna tidak terdokumentasi. Haha..

Inilah beberapa kisah yang terekam diingatanku, semoga bisa diambil hikmahnya.

(1) Kisah ini kalau tidak salah terjadi di tahun pertama kuliah, alias dimasa-masa menjadi fresh graduate-nya sekolah. Jadi, ada seorang senior mem-posting status kontroversial, yang mengindikasi bahwa dia pacaran. Langsung aja aku serobot dan sindir. Dan dengan bahasa minang yang lasuah, si senior balas teriak "urus se urusan surang! Jan urus lo urang lain!". Kurang lebih kalau dilembutin jadi begitu.

Aku kaget bukan kepalang. Sekali-kalinya itu diteriakin senior pake bahasa yang bikin jantungan (lebay). Aku sempat screen capture komentarnya, tapi ntah kenapa setelah beberapa lama, hapeku bermasalah. Ini menyebabkan barang bukti hilang! Dan aku resmi di-black list senior dari akun FB-nya, alias di block! Haha.. Lucu deh, kayak anak-anak.

(2) Masih dengan senior. Aku kebetulan sempat 'friend'an sama sepasang senior di BBM. Ngga tau sengaja atau ngga, aku tau sepasang setelah salah satu dari mereka memasang profile picture berdua. Dan juga mereka selalu punya status BBM yang sama, dan PM yang serasi. Ketebak deh!

Dengan pede, langsung aja aku labrak mereka berdua. Aku ngga ingat direksinya kayak gimana. Tapi kurang lebih sama dengan yang pertama, sindir-sindiran. Yang cowok sampai nulis PM "biarlah anjing menggong-gong". Aku malah kege-eran kalau PM itu ditujukan ke aku, jadinya sok-sok esmosi gitu deh. Sampai akhirnya mereka berdua men-delete aku dari kontak BBM. Seru kan?!

(3) Ini kisah yang lebih seru lagi. Masih berurusan dengan senior. Ceritanya hampir mirip sama yang pertama. Si senior buat status tentang pacaran, malah upload foto sama pacarnya, berdua. Untuk yang ini sebenarnya aku ngga sesadis yang dulu-dulu. Tapi, seniornya aja yang sensitifitasnya tinggi. Haha..

Jadi, setelah dia posting, aku kasih komentar "waah, kayaknya udah cocok nih kak. Kok ngga nikah aja". Awalnya dengan santai dia menjawab berdasarkan filosofi dan pemahamannya tentang nikah "nikah itu ngga mudah bin. Bina aja nikah duluan!". Tapi, tetiba seseorang ikut-ikutan komen, dan orang itu adalah orang yang ada dikisah 2. Jadilah komentarnya makin ribet. Sampai-sampai si kakak ini mengaku bahwa dia merasa terkekang selama berada di sekolah dan bahkan dia membeberkan kisah mesra kakak di kisah kedua. Ngakak deh pergelutan mereka.

Kakak ini malah buat postingan baru. Intinya, dia merasa terusik dengan kehadiranku. Postingannya ini dikomentari oleh teman sejawatnya dengan nada membela "sini kita basmi parasit-parasit itu". Ha! Menarik ini, teriakku. Aku nimbrung sambil bicara ke-science-an tentang parasit. Aku bilang "parasit itu bermanfaat juga lho kak. Dia bisa meningkatkan imunitas sebuah pohon, tanpa parasit pohon itu mudah sekali terserang penyakit". Gitu deh. Tapi lama-kelamaan mereka yang mengeroyok aku, putus asa membalas komentarku dan dengan segera si kakak (kembali) mem-block aku dari pertemanan FB. Aneh ya, seharusnya aku yang nge-block dia karna aku dikeroyok, ini malah kebalikannya. Haha..

***

Hanya 3 kisah ini yang bisa aku ceritakan. Sebenarnya, ada banyak lagi kisah-kisah yang semacam tapi dengan alur, latar, dan respon yang berbeda yang aku alami dengan senior, teman, bahkan adek-adek kelas. Ada yang mengakui kesalahannya, ada yang balik menyerang, ada yang abstain, bahkan ada yang seolah baru tau kalau pacaran itu haram.

Aku hanya heran dengan fakta-fakta ini. Aku bukannya sok alim, tapi aku bingung. Bukankah kita mendapatkan ilmu di sekolah yang sama? Dari guru yang sama? Belajar juga dari buku yang sama di kelas yang sama? Hidup bahkan dalam satu atap?

Aku yakin, mereka yang aku sindir sudah memiliki landasan hukum tentang pacaran. Aku percaya, mereka lebih tau dariku tentang hal ini. Tapi, kenapa bisa begini ya? Semoga Allah selalu melindungi orang-orang yang mengharapkan perlindungan-Nya.

Wallahu a'lam~

Orang Tua Seperti Apakah Kita?

Setiap orangtua punya cara yang beragam dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Cara-cara itu ada yang didapat dari hasil study, meneladani role model, atau yang turunan dari orangtua mereka.

Dalam psikologi, ada sebuah teori cukup terkenal yang dikemukakan oleh Diana Baumrind (1971, 1980) dan diperbaharui oleh Eleanor Maccoby dan koleganya tentang tipe-tipe orangtua dalam mendidik anak.

Dalam teorinya, Diana memaparkan ada empat tipe pendidikan orangtua terhadap anaknya. Masuk tipe yang manakah anda?

1. Authoritarian
Orangtua yang menerapkan tipe ini adalah orangtua yang dingin, kasar, dan keras. Kata-kata mereka adalah peraturan yang harus diikuti. Anak-anak mereka harus patuh dan menuruti perintah tanpa banyak tanya. Mereka juga minim toleransi terhadap ketidaksetujuan yang bisa jadi diekspresikan anak-anak.

Jika anak-anak dibesarkan dan dididik dengan tipe ini, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang kurang bersahabat, tidak enakan dengan teman sebaya, ketergantungan, bahkan suka bermusuhan.

2. Authoritative
Orangtua jenis ini adalah mereka yang tegas, memiliki kejelasan aturan, open, dan konsisten. Terkadang mereka cenderung keras seperti authoritarian, tapi sebenarnya mereka itu cinta dan supportive. Mereka juga sering mengajak anak-anak berdiskusi tentang bagaimana seharusnya mereka bertingkah. Mereka juga memaparkan alasan ketika anaknya diberi hukuman atas pelanggaran. Dan orangtua tipe ini, mendukung anak-anak mereka untuk menjadi mandiri.

Jika anak-anak dibesarkan dan dididik dengan tipe ini, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang mandiri, memiliki motivasi yang tinggi, bersahabat, tegas, dan kooperatif. Mereka disenangi banyak orang dan hidup dalam keteraturan.

3. Permissive
Tipe ini merupakan tipe dimana orangtua tidak mengambil andil dan peran besar dalam mendidik anak. Mereka cenderung tidak membatasi bahkan tidak mengontrol prilaku anak. Peraturan hanya sedikit dan mereka tak menganggap tingkah anak sebagai tanggung jawab.

Jika anak-anak dibesarkan dan dididik dengan tipe ini, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang ketergantungan dan moody. Dan mereka juga lemah dalam keahlian bersosialisasi dan mengontrol diri.

4. Uninvolved
Tipe yang terakhir adalah tipe ketidak terlibatan orangtua dalam proses mendidik anak. Tipe ini adalah tipe paling buruk dimana orangtua yang menerapkan ini tidak memiliki perhatian pada anak-anak mereka, bahkan mereka abaikan. Mereka merasa tanggung jawab mereka sebagai orangtua hanyalah untuk memberi makan, pakaian, dan tempat tinggal bagi anak-anak, tidak lebih. Bahkan ditingkat yang lebih parah, orangtua dengan tipe ini bisa melakukan child abuse.

Jika anak-anak dibesarkan dan dididik dengan tipe ini, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang kurang perhatian dan cinta. Mereka secara emosional tidak stabil dan terjadi penghambatan pada pertumbuhan fisik dan otak (pikiran).
So, tipe yang manakah kita?

Bagi saya, sebaiknya kita mengaplikasikan metode yang ke dua, authoritative. Tapi ini juga tidak menghalangi kita untuk sekali-sekali memakai tipe authoritarian atau permissive sesuai situasi dan kondisi. Dan saya tidak merekomendasikan tipe terakhir untuk dipakai. Namun sayangnya, masih banyak orangtua yang menggunakan cara itu untuk mendidik anak.

Wallahu a'lam.

Dipenghujung Harap~

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCsqVxbR1HG3llkP-CGo6EQPHNB0oUrAWu_5xuVeq8sb5KwcXilJpZuekSWAeLiqjRSWPocnVuTLNg77a_VJsADX_D0_HZH8hOkaXRC-Ns0tZBtprC1nj8QTqnxcapC0BrQQUA7w4HN7Du/s1600/muslimprayer.jpg

Kejutan Allah itu selalu ada dan pasti ada. Terkadang dia datang diawal, ditengah, bahkan dipenghujung masa penantian, seolah terasa tak akan ada bala bantuan. Tapi dengan keyakinan yang dalam kepada janji-Nya, kita akan merasa tenang dan pertolongan-Nya pasti akan datang. Mari kembali belajar dari kisah nabi musa yang dengan keyakinannya yang kuat akan janji Allah, ia sabar menanti hingga detik terakhir.

Dari kisahnya, banyak sekali pertolongan dan mukjizat yang Allah turunkan kepadanya di penghujung harapan, klimaks masalah yang nyata dihadapan (aku akan menceritakan 2 kejutan Allah pada nabi musa yang didokumentasikan kisahnya didalam al-qur'an). Seperti yang aku bilang, seolah janji-Nya tak akan datang.

(Kisah 1) Berbekal keyakinan yang mendalam pada Sang Pengabul Harap, ia berhasil mengalahkan penyihir. Setelah semua penyihir hebat pilihan fir'aun menunjukkan sihir dan kebolehannya, saatnya nabi musa bertindak. Dengan sabar ia menanti wahyu dari Allah, dia terdesak tapi tetap sabar menanti. Sampai akhirnya Allah perintahkan "lemparlah tongkatmu".

Mungkin jika kita berada diposisi nabi musa, kita akan berpikir apakah disaat-saat genting seperti ini, melempar tongkat akan menjadi solusi? Kita akan meragukan perintah Allah jika kita belum meng-imani-Nya sepenuh hati. Namun nabi musa, tanpa ragu-ragu mengikuti perintah-Nya langsung setelah diwahyukan. Maka tongkatnya seketika berubah menjadi ular raksasa dan mengalahkan ular-ular kecil sihiran para penyihir.

(Kisah 2) Berbekal keyakinan yang kuat kepada Sang Pemberi Kejutan, ia berhasil menyeberangi lautan dalam. Ketika ia dan pengikutnya dikejar-kejar pasukan fir'aun yang tak terkalahkan, ia terjebak diujung jurang lautan. Dia tak hendak melompat, karna itu adalah tanda kekalahan. Dengan penuh harap, ia menanti perintah-Nya.

"Pukulkan tongkatmu ke tanah". Firman Tuhannya memerintahkannya untuk melakukan sesuatu yang mengherankan. Disaat-saat mendesak itu, apa gunanya memukulkan tongkat? Ini mungkin yang terpikir oleh kita, tapi tidak bagi nabi musa. Dengan keimanan yang total kepada Allah, ia langsung melakukan apa yang diperintahkan.

Dalam desakan dan kejaran musuh, ia tetap yakin sepenuhnya dengan perintah Allah. Tongkat dipukulkan ke tanah, maka lautan terbelah. Kejutan yang super dahsyat Allah kirimkan kepada hamba-Nya yang mulia. Hingga nabi musa dan pengikutnya selamat dari kejaran fir'aun dan pasukannya dan mereka akhirnya ditenggelamkan ditengah lautan.

Bayangkan saja apa yg terjadi jika nabi musa sedikit saja tidak sabar dengan bantuan-Nya yang pasti datang? Mungkin ia akan dikalahkan dan ditertawakan fir'aun dan penyihir-penyihirnya. Dan bisa saja disaat ia terdesak di jurang lautan, ia memutuskan untuk lompat dan tenggelam. Sejarah dakwahnya bisa saja berakhir disana.

Namun, nabi musa adalah orang pilihan. Ia totalitas dalam meng-imani Allah. Keyakinannya selalu dan tetap tebal pada pertolongan dan janji-Nya, tak tergoyahkan walau ia berada dalam desakan dan bahkan sudah diujung masa pengharapan, karna ia tau Allah tak akan pernah ingkar.

So, Jangan pernah lelah dalam mengharap dan menanti. Yakinlah, Dia tak akan pernah ingkar janji! :)

Tabayyun-nya Keluarga Abu Ayyub

Tabayyun, apa sih maknanya?
Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya.

Dalam Al-qur'an Allah mengingatkan kita untuk selalu tabayyun: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat: 6)
Disini saya tidak akan membahas terlalu panjang tentang tabayyun, jika ingin penjelasan lebih lanjut, bisa dibaca disini. Tapi saya akan sedikit bercerita tentang kisah teladan yang patut dicontoh dalam aplikasi tabayyun. Kisah ini sudah sangat populer. Dengan diceritakan kembali, ini bisa menjadi pengingat kita untuk terus mengamalkannya.

Kisah ini bermula ketika fitnah yang menimpa istri dan sahabat Rasulullah yang mulia, 'Aisyah dan Shafwan, mulai tersebar dan merasuki pikiran-pikiran para sahabat. Berita yang menggetarkan hati orang-orang beriman bahkan Rasulullah ini cukup memporak-porandakan perasaan dan ke-tsiqoh-an para sahabat.

Berita hangat itupun tak terlepas dari pendengaran sepasang suami istri yang mulia. Merekalah Abu Ayyub Al-anshari dan istrinya. Suatu hari, berkenaan dengan fitnah ini dan gunjingan terhadap ummul mu'minin yang masih berseliweran, terjadi percakapan menarik antara mereka berdua. Istrinya berkata,

"Tidaklah kamu mendengar apa yang dikatakan orang mengenai Aisyah?"

"Ya, tapi itu bohong," jawab si suami, "Apakah kamu melakukannya juga, hai Ummu Ayyub?"

"Tidak, demi Allah," kata si istri, "Mengapa aku harus meniru orang-orang itu?"

"Wahai Abu Ayyub, jika engkau yang menjadi Shafwan, apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada istri Rasulullah SAW?" lanjut istrinya.

Abu Ayyub menjawab, "Aku tidak akan melakukannya dan tidak akan mengkhianati Rasulullah dan istriku, sedang Shafwan lebih baik dariku. Bagaimana denganmu jika engkau menjadi 'Aisyah, apakah engkau akan berlaku yang tidak-tidak?"

Ummu Ayyub tegas berkata, "Aku juga tidak akan melakukan hal yang buruk, aku tidak akan pernah mengkhianati Rasulullah, dan 'Aisyah lebih mulia dariku".

Begitulah percakapan antara dua insan yang beriman dan mulia, yang diselimuti cinta karnaNya. Mereka lebih mengedepankan tabayyun dan husnuzzhon sehingga keluarga mereka tidak tercemari oleh pikiran dan prasangka buruk terhadap orang lain. Patutlah kisah mereka menjadi teladan sepanjang zaman dengan kemulian yang mereka miliki.

Sampai akhirnya Allah menurunkan wahyu yang menjelaskan tentang kesucian 'Aisyah dan mengklarifikasi kebohongan fitnah tersebar yang dibuat-buat untuk melemahkan dan memporak-porandakan ummat Islam. Oleh karena itu, agar persatuan ummat islam selalu kokoh dan kuat, kedepankanlah tabayyun dan husnuzzhon terhadap saudara-saudara kita. Wallahu a'lam.

Biarkan Aku Tetap Penasaran..


Intinya..I have to keep silent and remain still as long as I can.
Never ask any question which won't be answered.
Save your curiosity in the place that will not be found by others.

Penasaran..
Awal mula munculnya pertanyaan..
Kadang membuncah, terkadang malah lamban..
Bahkan malah tak terlintas dipikiran..
Dan memang tak semua butuh atau harus mendapat jawaban..
Tapi, tetap saja ia menuntut respon yang menenangkan..

Namun..
Jangan sekali-kali buat ia berhenti dadakan atau dipaksakan..
Jika itu dilakukan, bersiaplah memiliki penerus yang terbelakang..
Biarkan ia tetap aktif dan berkembang..
Sampai ia siap menerima kenyataan..

Ibarat jantung, dia ada..
Kadang detakannya kuat, kadang melemah..
Tapi dia tak pernah keluar batasan..
Dia ada dan tetap disana, terasa tapi tak terungkap..
Nyata tapi tak terlihat..
Dan biarkan ia tetap disana sampai jatahnya datang untuk diam..

*ngomong sendiri*

Sakuku Bolong!

Curcol aja, tepatnya berbagi cerita betapa rumitnya hidup. Wkwkwk :p

Taukan maknanya saku bolong? Bagi yang sudah tau, alhamdulillaah. Yang belum tau, sini aku bagi tau. Jadi, saku bolong itu adalah ketika saku/kantongmu berlubang! Haha, bercanda. Saku bolong itu ketika kamu berada di masa financial crisis, alias bokek!

Pernah merasakan tidak punya uang selama sehari? Atau bahkan beberapa hari? Mungkin kebanyakan kita pernah, termasuk aku. Disini aku hanya sekedar bercerita tentang petualanganku ketika kanker (kantong kering *kebanyakan istilah :p). Sebenarnya di ATM ada uang sekitar RM 20, tapi selalu terlupa untuk menyedotnya dari mesin.

Nah, jadi ceritanya begini..

Kutulis Lagi, Dengan Rasa Berbeda..

Innaalillaahi, wainnaa ilaihi raaji'uun. Sesungguhnya kita dan apapun yang ada bersama kita adalah milik Allah, dan suatu saat Allah akan mengambilnya kembali, kapanpun itu.

***

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya keputusan final itu datang dan tersebar dengan cepat. Dan selama penantian itu juga aku belajar untuk lebih kuat dan lebih tegar untuk menghadapi kenyataan.

Air Mata Ayah #1

Radhi terdiam ketika ibu guru dikelas meminta murid-muridnya untuk bercerita tentang kejadian mengharukan yang membuat ayah mereka meneteskan air mata. Ia termenung memikirkan dan mengingat-ingat kejadian yang pernah membuat ayahnya menangis. Dadanya tiba-tiba terasa sesak, tangisnya seakan ingin meledak ketika teringat kejadian setahun silam.

***

Ekspektasi Berlebih~

Disini aku akan bercerita tentang isi hatiku, tentang aku dan keluargaku, dan tentang aku dan ekspektasi yang berlebih..

Aku, seorang yang terlahir dari keluarga yang dipenuhi dengan ruh dan semangat dakwah. Ummi dan buya sejak kuliah bahkan SMA sudah terlibat aktif dalam pergerakan dakwah. Bahkan mereka juga dipertemukan dalam lingkaran dakwah.

#AntiGolput

Pemiilihan calon legislatif akan diadakan secara resmi pada tanggal 9 April mendatang di Indonesia. Untuk masyarakat Indonesia yang berada diluar negri, pemilu diadakan pada hari yang berbeda-beda hampir disetiap negara. Khusus untuk Malaysia, pemilu akan dilaksanakan 4 gelombang, 3 gelombang untuk para pekerja (menyesuaikan jadwal kerjanya) dan 1 gelombang untuk umum yang akan diselenggarakan besok, 6 April.

Masyarakat Indonesia sangat dialu-alukan untuk tidak melakukan praktik golput bagaimanapun caranya. Kita dimohonkan untuk memanfaatkan hak suara kita dengan sebaik-baiknya. Memang sih itu hak, terserah pada pemilik hak, hak-nya mau diapain. Tapi menurutku, hak memilih ini tak sekedar hak, ia lebih dari itu. Ia merupakan hak yang menuntu kewajiban. Nah lho?

Behind The Scene, Akhwat FOTAR!

29 Maret 2014, mungkin ini menjadi hari bersejarah bagi akhwat FOTAR. Kenapa? Karna dihari itu kami berkumpul bersama dalam rangka mabit akhwat. Tidak seperti mabit pada umumnya, kami lebih terfokus pada pembicaraan tentang fotar. Mulai dari pengungkapan perasaan kami masing-masing terhadap fotar serta saran-saran untuk fotar yang lebih baik. Sharing moment, heart to heart gitu deh pokoknya :D

Nah, jadi acara ini seharusnya dimulai secara resmi sekitar pukul 7.00. Tepat pukul 5.30 aku yang baru selesai ngajar di daerah ampang, langsung ngebut menuju lokasi mabit. Sebenarnya jam 6.30 aku sudah bisa sampai ke lokasi, tapi karna hujan dan 'nyasar-nyasar' yang tak terhindarkan jadinya aku nyampe setelah rombongan pertama baru mendarat.

- Copyright © 2013 Shofia Shabrina -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -